Jakarta Rentan Likuifaksi

332 views
Bencana likuifaksi di Sulawesi Tengah 28 Sept. 2018 menewaskan sekitar 2.900 orang termasuk 900 hilang dan merusak lebih 100.000 bangunan. Wilayah Jakarta yang terbentuk tanah aluvial lunak juga berpotensi rentan terhadap likuifaksi.
- Advertisement -

MASIH segar dalam ingatan kita, bencana likuifaksi di wilayah Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 yang mengakibatkan sekitar 2.900 warga tewas dan hilang tertimbun tanah atau bangunan serta merusak lebih 100 ribu bangunan.

Rinciannya, sekitar 900 warga dinyatakan hilang, sekitar 2.000 korban lainnya ditemukan tewas di bawah reruntuhan bangunan atau tanah serta sekitar 173 ribu warga mengungsi dari Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong rusak berat.

Likuifaksi (pencairan tanah) merupakan fenomena saat lapisan tanah yang jenuh atau agak jenuh kehilangan kekuatan akibat adanya tegangan pasca gempa bumi atau kejadian lain secara tiba-tiba yang bisa mengakibatkan kerusakan di permukaan tanah.

Jika tekanan air dalam pori-pori cukup besar untuk menahan seluruh beban dan efeknya, membawa partikel-partikel menjauh sehingga menyebabkan terciptanya pasir hisap yang meningkatkan tekanan dari satu titik ke titik lainnya.

Yang perlu diwaspadai, kata Kasubidang Evalusi geologi Tehnik Kementerian ESDM, Ginda Hasibuan, wilayah ibukota terutama Jakarta bagian utara tidak aman dari potensi likuifaksi jika terjadi gempa bumi.

Namun dalam diskusi bertemakan “Rekomendasi Geologi Lingkungan di Cekungan Bandung dan Jabopuncur serta mengenal kerentanan Likuifaksi di Indonesia” yang digelar di Jakarta, Jumat lalu (21/11), detil potensi ancaman tersebut belum diperoleh.

Menurut Ginda, studi lebih lanjut diperlukan guna merinci potensi likuifkasi guna mrumuskan upaya melindungi bangunan yang mungkin terdampak.

Sedangkan Kasi Geologi Dinas Perndustrian dan Energi DKI Jakarta, Togas Braini mengingatkan, walau potensinya rendah, warga ibukota agar tetap mewaspadai potensi likuifaksi, mengingat struktur tanahnya berupa endapan aluvial lunak yang dapat menguatkan amplifikasi gelombang gempa dan memperparah daya rusaknya terhadap bangunan.

Sedangkan berdasarkan peta zonasi yang disusun oleh Badan Geologi bersumber dari berbagai instansi seperti Badan Informasi Geospsial, Peta Geologi Indonesia dan Peta Sumber Bahaya Gempa Indonesia, Jakarta bagian utara digolongan rentan likuifaksi pascagempa.

- Advertisement -