Menyongsong Hari Guru 25 November 2019

521 views
- Advertisement -

Mengajar ratusan orang itu mudah
asal menguasai bahan ajar
dan berani bicara di depan kelas

Mendidik tak semudah itu
karena butuh berlipat-lipat kelembutan dan kesabaran

Tugas mengajar selesai saat anak didik pintar

Tugas mendidik selesai saat anak didik pintar, berjiwa tangguh, jujur-kesatria, pemaaf, pengasih, berbudi pekerti luhur sepanjang hayat

Sejatinya, guru adalah pendidik yang mengajar sekaligus pengajar yang mendidik

Sejatinya, guru bukan sekadar mengajar tapi mendidik anak didik, masyarakat, bangsa, dan dunia global dari segala strata sosial
Hanya guru bervisi universal bisa wujudkan itu

Dunia kini berlimpah pengajar di sekolah-sekolah, di lembaga-lembaga, di banyak tempat tapi kekurangan Guru yang benar-benar Guru

Guru harus adil dan tegas
asalkan didasari cinta bangun masa depan anak didik bukan karena pamer otoritas

Adil sekaligus lembut
Tegas sekaligus sabar
Berani sekaligus cerdas
Itulah Guru Paripurna

Jiwaku hormati pemimpin dan pengajar
Jiwa ini pula hormati Guru yang benar-benar Guru triliunan kali lebih dari itu
karena Guru adalah suluh kehidupan

Guru yang benar-benar Guru tak terikat profesi, jabatan, pangkat, surat kontrak kerja, popularitas, dan gaji
karena Guru adalah Panggilan Jiwa

Guru yang benar-benar Guru punya sikap, tak terombang-ambing tekanan duniawi

Guru yang benar-benar Guru adalah penerus para nabi dan orang-orang berbudi luhur masa lalu

Guru yang benar-benar Guru adalah Sokrates, Salman al-Farisi, dan Semar masa kini

Guru yang benar-benar Guru, keteduhan jiwa, ketajaman batin, kecerdasan otak, sekaligus kekuatan hatinya terpancar dari sorot mata dan wajahnya

Guru yang benar-benar Guru, hidupnya sarat keteladanan

Guru yang benar-benar Guru punya jaringan luas dalam dan luar negeri tapi tak dipakai untuk kepentingan pribadi

- Advertisement -