Musim Hujan, Warga Tulungagung Terancam Bencana Banjir

460 views
Ilustrasi Penampakan banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung/ Tribun Jabar
- Advertisement -

TULUNGAGUNG – Warga di sepanjang aliran sungai penghubung Kabupaten Blitar-Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), merasa resah menjelang musim hujan, karena khawatir aliran sungai yang berhilir ke Sungai Brantas itu meluap dan menyebabkan banjir.

Menurut warga,  sungai tersebut kini mengalami pendangkalan, bahkan di beberapa titik di wilayah Tulungagung, posisi sungai hampir datar.

“Nah, kalau tidak dikeruk pasti meluap. Bukan hanya permukiman, sawah-sawah warga juga bisa tenggelam,” kata Kepala Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Imam Sopingi, Selasa (26/11/2019).

Imam mengatakan, setiap kali masuk musim penghujan, lahan pertanian di Desa Pucung Lor selalu kebanjiran. Imbasnya, ribuan hektare tanaman pagi gagal panen.

“Harapan kami ada upaya pengerukan agar aliran air bisa lancar menuju Sungai Brantas, tidak meluber dan menyebabkan banjir,” katan Imam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungung mengimbau warga untuk waspada. Sebab, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan deras akan terjadi sepanjang bulan Desember. Puncaknya terjadi pada Januari-Februari.

“Warga sebaiknya waspada bila hujan turun lebih dari dua jam,” kata Kepala BPBD Tulungagung Suroto, dilansir iNews.

Berdasarkan data BPBD Tulungagung, beberapa wilayah di Tulungagung rawan terjadi banjir, terutama beberapa desa di Kecamatan Bandung dan Besuki. Sementara wilayah rawan longsor terjadi di daerah pegunungan, seperti Pagerwojo dan Sendang.

- Advertisement -