BMKG: Beberapa Wilayah di NTT Masih Alami Kekeringan Ekstrem

338 views
Ilustrasi/ Infowanacita
- Advertisement -

KUPANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, hingga akhir November 2019 ini, sejumlah wilayah di provinsi berbasis kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT), masih mengalami kekeringan ekstrem.

Hamdan Nurdin, Climate Forecaster on Duty BMKG Stasiun Klimatologi Kupang mengatakan walaupun beberapa wilayah lainnya di NTT telah masuk kategori hari hujan serta hari tanpa hujan (HTH) sangat pendek (1–5) hari, tetapi beberapa wilayah masih mengalami HTH dengan kategori kekeringan ekstrem.

Wilayah-wilayah yang mengalami HTH dengan kategori kekeringan ekstrem tersebut tersebar di 11 kabupaten/kota.

Wilayah-wilayah itu adalah di sekitar Aimere dan Mataloko di Kabupaten Ngada, Kabupaten Alor sekitar Stamet Mali, Kabupaten Sumba Timur di sekitar Kawangu, Rambangaru, Kamanggih dan Ori Angu/Palanggay.

Kabupaten Sabu Raijua sekitar Tardamu dan Daieko, Kabupaten Rote Ndao sekitar Papela, Kota Kupang sekitar Naioni, Kabupaten Kupang sekitar Sulamu dan Baumata, Kabupaten Timor Tengah Selatan sekitar Panite, Kualin, Oinlasi, Nulle, Batu Putih dan Oelbubuk.

Kabupaten Timor Tengah Utara di wilayah sekitar Sap’an dan Lurasik, Kabupaten Malaka sekitar Biudukfoho, Besikama, Kaputu dan Sulit Kerena, dan sekitar Atambua dan Umarese di Kabupaten Belu, wilayah yang berbatasan dengan negara Timor Leste.

Dia menambahkan, seperti dilansir Antara, sementara wilayah dengan hari tanpa hujan terpanjang adalah Kabupaten Sumba Timur (249) hari.

 

- Advertisement -