Warga Hong Kong Ogah Didikte Beijing

345 views
Kelompok anti-Beijing menang telak dalam Pemilihan Dewan Distrik Hong Kong, Minggu (24/11) membuktikan kubu penentang Beijing semakin kuat.
- Advertisement -

KEMENANGAN telak aktivis pengunjuk rasa dalam pemilihan Dewan Wilayah Hong Kong, Minggu (25/11) mencerminkan fakta semakin kuatnya perlawanan terhadap penguasa Beijing atau China daratan.

Partai-partai anti-Beijing nyaris menyapu bersih perolehan kursi yakni 347 dari seluruhnya 452 kursi yang diperebutkan di 18 Dewan Wilayah, sedangkan 45 kursi diraih calon perseorangan yang 31 diantaranya juga dikenal anti-Beijing, sebaliknya partai-partai pro-Beijing hanya kebagian 60 kursi, dibandingkan 292 kursi pada pemilihan lalu.

Jumlah warga yang ikut mencoblos dalam pemilihan kali ini juga mencapai rekor tertinggi, tercatat 2,94 juta dari 4,1 juta pemilih terdaftar, dibandingkan dengan pemilihan sebelumnya pada 2016 dengan 2,2 juta pencoblos.

Pemilihan kali ini digelar di tengah gelombang aksi massa sejak beberapa bulan lalu yang pada awalnya memprotes rencana pemberlakuan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan pelaku kejahatan diadili di China daratan.

Tuntutan pendemo kemudian melebar ke pelengseran Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam yang dianggap pro-Beijing dalam aksi-aksi yang juga berkembang anarkis sehingga membuat salah satu kota pusat bisnis dan keuangan dunia itu nyaris lumpuh.

Kecuali pembatalan rencana pemberlakuan UU Ekstradisi, tuntutan warga lainnya yakni penyelidikan independen terhadap kekerasan oleh polisi terhadap pendemo, pembebasan terhadap seluruh pelaku unjuk rasa, penghentian sebutan perusuh dan pemberian hak penuh warga dalam Pemilu, masih diperjuangkan.

Carrie Lam sendiri menyatakan, pemerintah menghormati hasil pemilihan tersebut dan berjanji akan mendengarkan pesan warga terkait ketidak puasan mereka terhadap situasi akhir-akhir ini.

Sebaliknya, pakar politik Chinese University of Hong Kong, Ma Ngok seperti diberitakan The South China Morning Post menyatakan, sebelumnya pemerintah dan kubu pro-Beijing selalu mengklaim bahwa mereka didukung warga.

- Advertisement -