Masjid Kecil dengan Impian Sederhana

344 views
Masjid Asy Syifa, RSUD Labuha
- Advertisement -

HALMAHERA – Pengurus Masjid Asy Syifa, RSUD Labuha terdiri dari kalangan medis dan paramedis. Terdapat dokter spesialis kandungan dari UGM, UI, dan UNAIR, dokter spesialis bedah dari UNAIR dan UNPAD, dokter spesialis penyakit dalam dari UI, dokter spesialis anak dari UGM, dan dokter anestesi dari UGM dan UNAIR.

Selain itu, terdapat banyak tim perawat ICU, IGD, Bangsal, Radiologi, dan lainnya yang menjadi pengurus Masjid Asy Syifa.

“Masjid kami merupakan masjid kecil dengan impian sederhana”, ujar dr Abdul Haris Nasrudin, Ketua Jamaah Masjid Asy Syifa (JMS) RSUD Labuha yang juga dokter spesialis bedah yg bekerja disana.

Saat gempa bumi Halmahera Selatan 7,2 SR Juli 2019 lalu, JMS membentuk tim tanggap bencana dengan seluruh dana takmir sekitar 2 juta, kemudian atas pertolongan Allah SWT, banyak bala bantuan yang datang dari berbagai donatur, sehingga JMS bisa mengirim tim tanggap bencana dengan masa tugas selama 1-7 hari ke 5 desa terdampak.

Dengan kehendak Allah SWT, banyak program yang berlanjut di Masjid Asy Syifa, diantaranya seperti pengiriman daging 3 ekor sapi siap makan ke daerah Gane Luar. “Kami memang tidak ingin pengungsi menjadi lebih susah bila kami kirimkan sapi hidup,” ungkap dokter Haris.

Program pengiriman Da’i ke desa terdampak bencana pun bisa dibilang program yang langsung diputuskan tanpa banyak berfikir. Program ini terbentuk setelah kami temukan fakta-fakta yang miris saat pengiriman tim bencana seperti masyarakat tidak menunaikan ibadah shalat, shalat berjamaah di masjid tidak ada, bahkan imam masjid tidak menunaikan shalat selama dua minggu. Di sisi lain, masyarat di salah satu desa korban gempa merespon kejadian gempa dengan aktifitas syirik yang justru dilakukan di masjid.

- Advertisement -