Tawuran Sekedar Hiburan

348 views
Fenomena tawuran terutama antarpelajar, remaja atau antarkampung di kota-kota besar harus ditangani secara serius, jika tidak, perilaku menyimpang itu bakal menimbulkan korban terutama nyawa sia-sia.
- Advertisement -

PARA pakar ilmu sosial atau kejiwaan mungkin perlu meneliti, apakah termasuk perilaku menyimpang (anomali) atau kelainan jiwa jika remaja menganggap tawuran berujung maut cuma sekedar hiburan.

Itu terjadi di ibukota di negeri ini. HS (27), warga dan anggota geng Sunter Kangkungan (SK) , Jakarta Utara meregang nyawa akibat sabetan clurit lawannya, FA (16) anggota geng motor VDM, Minggu (24/11).

Kapolres Metropolitan Jakut Kombes Herdi Susanto (Kompas, 27/11) mengemukakan, korban dan lawannya saling mengenal dan menjalin komunikasi dalam grup WA sebagai sesama pelanggan bengkel motor di Jakarta Pusat.

BA salah satu anggota geng SK , melalui WA memprovokasi FA yang juga rekan korban (HS) untuk melakukan tawuran antara kedua geng yang kemudian lokasinya disepakati di sekitar kawasan Rumah Sakit di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tawuran yang terjadi Minggu dini hari sekitar pukul 01.000 berlangsung singkat karena dibubarkan warga setempat, namun kemudian dilanjutkan lagi di kawasan Sunter Jaya, masih di wilayah Jakut.

Dalam kejadian itu HS yang terluka punggungnya akibat sabetan clurit FA dibantu rekannya, AP dan FF dilarikan ke RSUD Kemayoran, namun nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan menuju RS. Polisi juga masih mencari tersangka lainnya.

Ketua Labsosio Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia Daisy Indra Yasmine mengemukakan, tawuran sebagai hasrat untuk bersenang-senang atau iseng bukan fenomena baru di kalangan remaja di kota-kota besar di Indonesia.

Tawuran di kalangan remaja, menurut dia, juga sering dianggap sebagai ritual untuk merekat kekompakan internal komunitas mereka sehingga fenomena tersebut membuat upaya mendamaikannya tidak efektif.

Banyak Kasus
Kasus kekerasan karena hal sepele sering terjadi, misalnya yang menimpa warga Kec. Ilir Barat 11 M Agung Kukuh (16) yang tewas ditusuk HS (16) hanya karena menyanyikan lagu dangdut karya Rhoma Irama “Begadang” di beranda rumahnya saat pelaku melintas.

- Advertisement -