Israel Garap Proyek Pembangunan Ribuan Pemukiman Baru di Yerusalem

289 views
Ilustrasi pemukiman Israel di Tepi Barat/ IST
- Advertisement -

YERUSALEM – Para pejabat Israel berencana untuk membangun ribuan unit pemukim baru di dekat Yerusalem al-Quds dengan tidak memperhatikan protes internasional terhadap kebijakan pengambilalihan tanah dan perluasan pemukiman rezim Tel Aviv di wilayah Palestina.

Surat kabar harian berbahasa Israel, Hayom melaporkan pada hari Kamis (28/11/2019) bahwa kementerian konstruksi dan perumahan Israel sedang mengerjakan sebuah proyek di wilayah Bandara Qalandiya yang ditinggalkan untuk memperluas pemukiman Atarot, yang terletak di utara Yerusalem al-Quds .

Laporan tersebut menambahkan bahwa rencana tersebut mencakup pembangunan 11.000 unit pemukim di area hampir 600 dunam (148,2 hektar), dan membentang dari bandara regional non-operasional ke pos pemeriksaan Qalandiya.

Hayom mengatakan, sebagaimana dipantau Press TV,  tanah itu disita pada awal 1970-an oleh Partai Buruh Israel yang berkuasa saat itu.

Proyek ini termasuk menggali sebuah terowongan di bawah lingkungan paling utara Palestina Kafr Aqab di Yerusalem Timur al-Quds untuk menghubungkan lingkungan baru ke sisi timur kota suci yang diduduki.

Surat kabar harian melanjutkan dengan mengatakan bahwa proyek penyelesaian telah disusun beberapa tahun yang lalu, tetapi dibekukan setelah tekanan politik internasional terhadap kegiatan pembangunan pemukiman rezim Tel Aviv di wilayah Palestina yang diduduki.

Mantan menteri konstruksi dan perumahan Israel, Yoav Galant, mengeluarkan perintah untuk melanjutkan pekerjaan pada proyek pemukiman setelah Presiden AS Donald Trump menjabat pada 20 Januari 2017.

Lebih dari 600.000 warga Israel tinggal di lebih dari 230 permukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel tahun 1967 di wilayah Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur al-Quds.

Kurang dari sebulan sebelum Trump berkuasa, Dewan Keamanan PBB pada Desember 2016 mengadopsi Resolusi 2334, menyerukan Israel untuk “segera dan sepenuhnya menghentikan semua kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur” al-Quds.

- Advertisement -