Revitalisasi TIM

25 views
Wujud TIM setelah direvitalisasi nanti, planetariumnya tinggal nyenil, tenggelam oleh banyaknya bangunan megah.
- Advertisement -

YANG namanya seniman cenderung ingin tampil sederhana dan seadanya. Tapi Gubernur DKI Anies Baswedan ingin memuliakan mereka. Karenanya ketika pusat kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) hendak direvitalisasi, sekalian dibangun pula hotel berbintang 5. Agar ketika para aktivis seni itu tampil di TIM, bisa tidur nyaman di kamar ber-AC, mandi pakai air hangat. Sayangnya mereka tidak diajak musyawaroh dan mufakot, sehingga mereka malah mempertanyakan: ini revitalisasi ataukah komersialisasi TIM?

Siapapun mengakui, Arswendo Atmowiloto (alm) dan Sudjiwo Tedjo adalah seniman sekaligus budayawan. Pernahkan melihat mereka berpenampilan rapi, pakai jas dan berdasi, rambut tersisir rapi? Tidak pernah! Bagi seniman, penampilan luar itu tak penting, yang penting isi otaknya dan hasil kerja tangannya bisa mengguncang dunia.

Tidur di ruang ber-AC itu nyaman, tapi tak semua seniman tahan dengan dinginnya AC. Gelar karpet atau bahkan sekedar beralaskan spanduk bekas kampanye, mereka sudah mampu merenda mimpi. Maka gagasan menyediakan hotel berbintang 5 bagi seniman, adalah percuma saja, karena mereka tidak butuh itu. Mereka hanya butuh fasilitas yang menunjang aktivitas karya seninya.

Beberapa hari lalu ada pertemuan antara Pemprov DKI dengan para seniman TIM, untuk membicarakan tentang revitalisasi pusat kesenian Jakarta. Tapi terjadi kebuntuan, sehingga Deputy Gubernur bidang budaya Dadang Solihin membentak-bentak para seniman. “Mau diskusi, tidak?” kata sang deputy dengan nada tinggi. Mereka adalah orang-orang berjiwa lembut, dikasari seperti itu tentu saja berontak.

Sepertinya para seniman TIM itu sengaja ngambek, karena mereka tidak diajak bicara sebelumnya. Tahu-tahu bulan Juli 2019 ada peletakan batu pertama oleh Gubernur Anies Baswedan. Revitalisasi itu dianggarkan Rp 1,8 triliun, di antaranya revitalisasi mesjid Amir Hamzah, pembangunan gedung parkir, areal kuliner, termasuk juga pembongkaran Galeri Cipta yang meliputi bioskop XXI, dan Pos Pemadam Kebakaran. Sementara cakupan yang akan di-upgrade, antara lain: Planetarium dan Galeri Graha Bhakti.

- Advertisement -