Palestina Marah Atas Laporan ICC Tentang Kejahatan Perang

162 views
Ilustrasi Tembakan roket-roket di Gaza dan Israel/ AFP
- Advertisement -
YERUSALEM – Pejabat Palestina menyatakan keprihatinannya atas laporan  kepala jaksa penuntut Internasional Criminal Court yang mencakup peringatan bahwa orang Palestina memberi imbalan kepada penyerang dan keluarga mereka dapat merupakan kejahatan perang.

Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki mengatakan laporan kantor kejaksaan “didasarkan pada narasi menyesatkan yang bersifat politis dibanding deskripsi objektif dan akurat dari fakta-fakta yang relevan.”

Palestina dilaporkan telah lama mencari ganti rugi dengan badan-badan internasional seperti ICC untuk apa yang mereka anggap kejahatan Israel. Pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas juga dilaporkan telah tertangkap basah melakukan hal tersebut.

“Palestina telah lama membayar tunjangan kepada keluarga orang yang terbunuh atau dipenjara sebagai akibat dari pertempuran dengan Israel. Palestina mengatakan pembayaran ini adalah tugas nasional untuk keluarga yang terkena dampak kekerasan selama beberapa dekade. Tetapi Israel berpendapat dana itu mendorong kekerasan dengan membayar keluarga penyerang,” ungkap laporan ICC, dilansir AP.

Awal tahun ini, Israel menahan jutaan dolar dalam penerimaan pajak yang dikumpulkannya atas nama Otoritas Palestina sama dengan jumlah tunjangan Palestina.

Abbas telah berulang kali mengatakan dia tidak akan menghentikan pembayaran, yang berjumlah sekitar $ 330 juta – sekitar 7 persen dari anggaran $ 5 miliar Otoritas Palestina – pada tahun 2018.

Laporan hari Kamis, yang dirilis di Den Haag, menyoroti kemungkinan kejahatan oleh Israel dan Palestina yang sedang diselidiki, termasuk penggunaan pasukan yang terkadang mematikan terhadap Israel di sepanjang pagar perbatasan Israel-Gaza, dan roket militan Palestina dan penggunaan perisai manusia di Israel.

Atas permintaan Palestina, jaksa ICC Fatou Bensouda membuka penyelidikan awal pada 2015 terhadap dugaan pelanggaran hukum internasional setelah perang 2014 antara Israel dan militan Palestina di Jalur Gaza.

- Advertisement -