Awas! Demam Babi

73 views
Sekitar 23.000 ekor ternak babi mati di belasan titik di Sumatera Utara akibat wabah Demam Babi Afrika (African Swine Fewer - ASF) dan kolera akibat virus.
- Advertisement -

SEKITAR 23-ribu ternak babi mati di Provinsi Sumatera Utara akibat serangan wabah virus demam babi Afrika (African Swine Fever Virus– ASFV) dan juga kolera babi (hog cholera) disebabkan Pestivirus C.

Jika kolera babi dapat dicegah melalui vaksinasi kecuali setelah ternak terjangkit virus, menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap (6/12), belum ditemukan vaksin atau obat untuk mengatasi ASF.

Azhar menjamin, kasus kematian babi yang tersebar di 16 kabupaten di Sumut tidak akan menyebar ke wilayah lainnya dan jumlahnya hanya 1,9 persen dari total populasi ternak babi di Sumut dan yang terjangkit hanya peternakan rakyat yang tidak dilindungi program “biosecurity”.

Untuk itu, pemprov Sumut sudahmulai mendistribusikan desinfektan pada para peternak demi meningkatkan biosecurity usaha mereka dan juga membatasi pengiriman ternak babi antardaerah.

Namun demikian, peternak setempat juga sempat mengeluhkan karena lambatnya pemerintah mengeluarkan deklarasi tentang wabah ASF sesuai kewajiban pemerintah sebagai anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di pihak lain, meningkatnya angka kematian babi juga menyebabkan terpukulnya para peternak babi akibat anjloknya harga jual daging babi dari Rp30-ribu sebelumnya menjadi Rp10-ribu.

Sementara pimpinan perusahaan peternakan PT Indotirta Suaka di P. Bulan, Batam Drh Paulus Mbolo (Kompas, 7/12) mengeluhkan lambatnya pemerintah mengumumkan sampel hasil uji lab Balai Veteriner Medan yang menunjukkan positif ASF.

Menurut dia, zona terjangkit seharusnya segera diumumkan agar virus tidak merebak ke wilayah lain melalui pintu-pintu masuk pelabuhan rakyat yang tidak dijaga petugas karantina.

Penularan ASF dan kolera babi bisa terjadi akibat kontak langsung babi yang sehat dengan yang terjangkit atau kontak tidak langsung seperti melalui makanan, gigitan kutu (caplak) atau kontak dengan benda mati.

- Advertisement -