Migran Indonesia di Hong Kong Mengaku Dilecehkan saat Ditahan Pihak Imigrasi

204 views
Yuli Riswati/ Instagram
- Advertisement -

HONG KONG – Seorang migran asal Indonesia di Hong Kong yang kerap menulis berita, Yuli Riswati (39), mengaku mendapat pelecehan ketika ditahan oleh aparat Imigrasi Castle Peak Bay Hong Kong (CIC) sebelum dideportasi.

Yuli  ditahan pada 23 September lalu dengan alasan masa berlaku visa sudah habis sejak 27 Juli, kemudian dia ditahan di imigrasi pada 4 November.

Dia mengaku dipaksa untuk membuka seluruh pakaian di hadapan dokter lelaki dengan alasan untuk pemeriksaan kesehatan.

“Mereka (petugas imigrasi) memerintahkan saya untuk membuka baju dengan alasan pemeriksaan kesehatan. Saya langsung ketakutan ketika tahu bahwa dokter yang memeriksa ternyata lelaki,” kata Yuli, dikutip South China Morning Post.

Yuli menegaskan, sebagai muslim dia tidak ingin tubuhya dilihat lelaki selain keluarganya.

Sementara itu  Koordinator Federasi Asisten Rumah Tangga Internasional, Fish Ip Pui-yu, mengatakan pekerja migran yang terlambat memperbarui visa bisa meminta majikannya untuk memberi pernyataan tertulis atau menyerahkan salinan surat kontrak kerja kepada Imigrasi.

Padahal,  majikan Yuli sudah melakukan itu tetapi aparat tetap menahannya.

Terkait pengakuan Yuli, badan imigrasi Hong Kong menolak berkomentar. Mereka hanya menyatakan aturan yang dijalankan di CIC sudah sesuai dan memastikan berlaku sama bagi semua orang.

- Advertisement -