Penting Bangun Negeri dengan Ilmu, Iman dan Adab

68 views
Ustadz Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA, dalam acara Mukernas Wahdah Islamiyah, di Bogor. Foto: ISt

BOGOR – Wahdah Islamiyah Bogor menggelar Tabligh Akbar di Masjid Al-Hijri II Kampus Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Ahad (08/12/2019). Hadir sebagai pembicara dalam tabligh akbar ini Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah (WI), Ustadz Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA, dan Imam Besar Masjid Al-Hijri II Ustadz Dr. Akhmad Alim, Lc, MA.

Tema dari Tabligh yang merupakan rangkaian dari event Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) DPP WI 2019 ini adalah “Dengan Pengorbanan Bersama Membangun Negeri”.

Kedua pembicara mengangkat pentingnya membangun negeri dengan pembangunan manusia yang berilmu, beriman, dan beradab.

“Berbicara membangun negeri berarti membangun peradaban, dan membangun peradaban dimulai dengan membangun manusia melalui budaya ilmu”, ujar Ustadz Alim.

Sekretaris Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) ini mengungkapkan, yang pertama dilakukan Nabi Muhammad ketika membangun negeri Madinah adalah membangun manusianya melalui budaya ilmu.

“Membangun peradaban dimulai dengan ilmu, omong kosong peradaban bisa tegak jika dijauhkan dari ilmu. Peradaban akan tegak jika ditopang oleh budaya ilmu, sebagaimana yang dimulai oleh Nabi di Madinah melalui Shuffah”, terangnya.’

Melalui Shuffah Nabi telah mengkader lebih kurang 300an sahabatnya (Ahlus Shuffah) menjadi ilmuwan yang memiliki kualitas ilmu yang tinggi.

“Nabi membangun peradaban di Madinah dengan budaya ilmu yang selanjutnya melahirkan komunitas ilmuwan yang kemudian membangun Madinah”, imbuh Ustadz Alim yang juga pengasuh Pesantren Mahasiswa dan Sarjana Ulil Albab UIKA ini.

Senada dengan Ustadz Alim Ustadz Zaitun Rasmin (UZR) yang tampil sebagai pembicara kedua dalam Tabligh Akbar juga mengatakan bahwa suatu bangsa akan maju dan berkembang dengan baik jika pembangunan manusia. Namun membangun negeri menurut dia harus diawali dengan iman dan tradisi ilmu. Karena ilmu merupakan landasan memperkuat keimanan dan mengokohkan persatuan dan persaudaraan sebagai modal dalam pembangunan.