Youth For Peace Camp 2019, Aktivis dari Berbagai Negara Diminta Berdayakan Perempuan

22 views
- Advertisement -

JAKARTA – Sebanyak  20 aktivis dan profesional muda berusia antara 20-35 tahun dari seluruh dunia, bergabung dalam Youth For Peace Camp 2019, yang digelar pada 6-12 Desember 2019 di Ruang Nagoya, Hotel Kuretakeso Kemang, Jakarta Selatan.

Puluhan aktivis tersebut berasal dari negara Peru, Qatar, Uzbekistan, Bangladesh, Thailand, Cambodia, Myanmar, UAE dan tentunya dari Indonesia

Dengan bertajuk ‘What Can Women Do in Peacebuilding?’, Dompet Dhuafa mencoba menghubungkan para pegiat muda di seluruh dunia untuk memberdayakan perempuan, khususnya pasca-konflik atau pemulihan bencana.

Rama Adi Wibowo, selaku Ketua acara Youth For Peace Camp 2019 menyebutkan, gelaran ini ada untuk meningkatkan peran pemuda dalam menciptakan perdamaian dunia melalui program-program pemberdayaan dengan partisipasi aktif perempuan.

“Youth For Peace Camp 2019 hadir untuk meningkatkan kesadaran pemuda sehubungan dengan pentingnya peran mereka dalam membangun perdamaian. Termasuk untuk mengembangkan jaringan pemuda internasional sebagai agen perdamaian dan untuk membangun kapasitas pemuda dalam menciptakan proyek sosial di negara mereka sendiri, khususnya di sektor pemberdayaan perempuan,” terang Rama, dilaporkan Dhika Prabowo.

General Manager Advokasi Dompet Dhuafa, Haryo Mojopahit, memaparkan dalam pembukaan rangkaian Youth For Peace Camp 2019, para peserta juga akan mendapatkan beberapa workshop tentang mengembangkan proyek berkelanjutan, manajemen proyek untuk pengembangan profesional, juga mendapatkan pendanaan berkelanjutan.

Pada rangkaian Youth For Peace Camp 2019 kali ini, juga akan berlangsung peluncuran Aliansi Strategis Luar Negeri Dompet Dhuafa oleh Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Nasyith Majidi.

- Advertisement -