Jadi Pejabat Jaka Tarub?

48 views
Dalam legenda Jawa, Jaka Tarub mengintip para bidadari mandi, dan kemudian menyembunyikan bajunya.
- Advertisement -

LELAKI dan wanita tertarik pada lawan jenisnya, itu sudah kodrat atau sunatullah. Karena rasa ketertarikan yang berujung pada sensasi kenikmatan, dunia bisa menjadi berkembang. Penghuninya berkembang biak baik di negara yang bertaraf negara berkembang dan  negara yang sudah adil makmur.

Dalam Quran surat Arum ayat 21 juga digariskan, “Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Bagi yang normal, lelaki tak bisa jauh dari perempuan, dan perempun juga tak bisa pisah degan kaum Adam. Ada rindu di antara keduanya, sehingga masyarakat jawa punya ungkapan: nyangking ember kiwa tengen, lungguh jejer diengggo tamba kangen.

Celakanya, begitu tertariknya padha makhluk lawan jenisnya, sampai berani melanggar moral, etika dan agama. Dalam legenda Jawa dikisahkan, Jaka Tarub sengaja mengintip sekelompok bidadari mandi di danau. Secara iseng Jaka Tarub menyembunyikan baju salah satu bidadari tersebut. Karena tak bisa terbang lagi ke kahyangan, maulah bidadari Nawangwulan itu diperistri makhluk bumi Jaka Tarub.

Sebagai bidadari elit, di kahyangan Dewi Nawangwulan hidup bahagia tanpa memikirkan soal duniawi. Tapi setelah kamenungsan (jadi manusia biasa), dia harus hidup sebagaimana suaminya, Jaka Tarub. Harus bekerja keras untuk tetap bisa hidup. Maka sejak jadi istri Jaka Tarub, Nawangwulan harus masak, mencuci pakaian. Inilah keteledoran Dewi Nawangwulan, mandi bersama para bidadari sampai ketahuan Jaka Tarub.

Dalam khasanah modern, melihat wanita bugil tak harus jadi Jaka Tarub dulu. Lewat video porno, kaum lelaki kini bisa puas menikmati gambar mesum itu. Maka di bulan April tahun 2011, anggota DPR Arifinto (PKS) dalam sidang paripurna kepergok wartawan buka video porno. Begitu ramai diberitakan, dia pilih mundur.

- Advertisement -