KTT Kuala Lumpur: Cermin tak Solidnya Dunia Islam

772 views
PM Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dan Presiden Turki Tayyip Recep Erdogan dalam KTT negara-negara muslim di Kuala Lumpur yang dibuka, Kamis (19/12). Negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) terbelah mengikuti KTT tersebut.
- Advertisement -

KTT KUALA LUMPUR, Malaysia, yang sejatinya digelar untuk menggalang segenap kekuatan negara-negara Islam atau yang mayoritas warganya pemeluk Islam ternyata malah mencerminkan fakta sebaliknya.

Sampai Rabu malam (18/12), pada jamuan makan yang mengawali pembukaan pertemuan pada keesokan harinya (Kamis,19/12) hanya 20 atau sepertiga lebih dari seluruhnya 56 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang mengirimkan delegasinya.

Bahkan PM Pakistan, Imran Khan yang semula bersama tuan rumah, PM Mahathir Mohamad dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memrakasai KTT Kuala Lumpur 2019, tidak hadir.

Muncul kabar burung, penarikan diri PM Khan disebabkan tekanan dari Arab Saudi, salah satua mitra utama Pakistan yang selama ini terlibat perebutan hegemoni pengaruh di kawasan Timur Tengah dengan Iran.

Kerajaan Arab Saudi yang juga tidak mengirimkan wakilnya untuk hadir di KTT Kuala Lumpur beralasan, walau membahas isu terkait 1,75 milyar umat muslim dunia, pertemuan itu dianggap “kurang pas”.

Alasannya, seperti diberitakan Kantor Berita Saudi, SPA, Raja Salman telah menelpon PM Mahathir , menegaskan bahwa persoalan-persoalan terkait dunia Islam semestinya dibahas di forum OKI.

Bahkan Sekjen OKI Yousef al-Othaimeen menilai, KTT Kuala Lumpur bisa memecah belah Islam karena akan menyaingi OKI. “Setiap upaya pelemahan terhadap platform OKI adalah pelemahan Islam dan muslim, “ tuturnya.

Sebaliknya, PM Mahathir dalam pernyatan resminya menegaskan, ia sama sekali tidak berniat menciptakan “blok baru” negara-negara Islam melalui penyelenggaraan KTT Kuala Lumpur kedua kalinya (pertama, 2014).

Ketua KTT Kuala Lumpur 2019 dan selaku tuan rumah, PM Mahathir menyatakan, di forum ini ia menyatakan kesiapannya memimpin kembali peradaban umat Islam.

“Upaya mengumpulkan para pemimpin intelektual dan cendekiawan Islam di KTT ini bertujuan untuk mengindentifikasi permasalahan yang menimpa dunia muslim dan mencarikan solusinya, “ kata PM Mahathir.

- Advertisement -