UDAWA SAYEMBARA

104 views
- Advertisement -

Oleh karenanya sarat tambahan untuk peserta ditentukan sebagai berikut : 1. Punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), 2. Lunas Pajak Bumi & Bangunan (PBB) 5 tahun terakhir, 3. Surat keterangan bebas narkoba, 5. Surat keterangan Kelakuan Baik/Tidak Tersangkut HTI. Jika persyaratan lengkap Insya Allah bisa adu tanding dengaan Patih Udawa.

“Kakang Udawa, maksud kamu apa sih, kok bikim persyaratan aneh-aneh.” Prabu Kresna bertanya pada Udawa, saat berkunjung ke Widarakandang.

“Nggak tahu juga saya. Itu kan hanya bisa-bisanya ki kidalang saja,” jawab Udawa berbisik.

Pandaftaran pertama dibuka, terjadi antrian panjang untuk ambil formulir. Tercatat ada 125 peserta, mereka berasal  dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau. Tapi setelah ada sarat tambahan, jumlah peserta ngedrop tinggal: Prabu Kala Handayaningrat raja dari negara Selamiring, Sarjokesuma dari Ngastina, dan Harjuna dari Dwarawati. Prabu Kresna melihat berkas lamaran kaipe (ipar) Janaka, sebetulnya terkaget-kaget. Sudah punya bini Sembadra kok masih ngudak-udak cewek lain, apa mau coba-coba poligami. Pantesan, sekarang pakai jenggot segala.

Sepulang menghadiri sidang kerajaan Ngastina, Prabu Baladewa segera panggil Patih Pragota dan Prabawa, diajak berembug soal instruksi Prabu Duryudana untuk mengikuti sayembara pilih di Widarakandhang. Sudah menjadi prinsip raja Mandura ini, dia paling males jika harus intervensi politik dan hukum. Maka maunya Sang Balarama (nama lain Baladewa), nanti yang berangkat ke Widarakandhang cukup Pragota dan Prabawa saja, beliaunya tetep di Mandura, monitor saja lewat WA dan video call.

“Sebetulnya, akan lebih baik hasilnya jika paduka sendiri yang melobi dimas Patih Udawa. Kalau saya ini apa, patih hanya golongan III-a, tak punya kekuasaan yang luas,” ujar Patih Pragota – Prabowo nyaris bersamaan.

- Advertisement -