Banjir Tahun Baru 2020

73 views
Malam Tahun Baru 2020 di Jakarta, banjir juga ikut merayakannya di berbagai wilayah. (Detik.com)
- Advertisement -

DISAMBUT dengan meriah atau dibiarkan berlalu begitu saja, tahun baru akan hadir dengan sendirinya. Dia tak peduli akan kemacetan, juga tak peduli akan kebanjiran, dia akan datang tepat waktu. Di Jakarta misalnya, tahun baru 2020 akan disambut dengan gerutu dan omelan kepada Gubernur Anies Baswedan. Soalnya karena penataan banjir yang tak maksimal, sehingga terjadi genangan di mana-mana.

Dari namanya saja sudah ketahuan, bulan Januari konon mengandung arti: hujan sehari-hari. Jika hujan sehari-hari, resikonya untuk Jakarta tentu saja bakal terjadi banjir di mana-mana. Ini sudah menjadi tradisi tahunan, siapapun gubernurnya! Yang membedakan adalah, ada gubernur yang cepat tanggap untuk mengantisipasi, ada gubernur yang angin-anginan menyikapinya, karena tak tahu skala prioritas.

Belum lama ini Gubernur Anies Baswedan sampai “dikuliahi” Presiden Jokowi, bagaimana mengatasi banjir di Ibukota. Supaya saluran-saluran dikeruk, sehingga tak terjadi banjir jalan raya di mana-mana. Sebab dicurigai, saluran banyak tersumbat puing dan pasir proyek di berbagai sisi jalan ibukota, baik itu karena pelebaran trotoar maupun jalan tol layang.

Tapi rupanya Gubernur Anies memang tak paham skala prioritas. Beliaunya bukan memperlebar kali-kali yang “direklamasi” warga,  tapi malah sibuuk memperlebar trotoar dan mempersempit jalan-jalan raya karena ingin memanjakan PKL di Jakarta. Jika pelawak Asmuni Srimulat masih hidup, pasti aka dipertanyakan, “Ini gubernur cap apa?”

Malam tahun baru 2020 Jakarta benar-benar diguyur hujan semalaman, merata di berbagai wilayah Ibukota. Misalnya, jalan raya depan Taman Mini, gara-gara saluran meluber, jalan tergenang tak kurang dari 50 Cm. Ketika pejalan kaki “mengungsi” di tanggul pemisah jalan, sepertinya sopir taksi tahu bahwa orang itu belum mandi. Maka taksi dari arah selatan mengguyurnya, byurrrr! Dari arah utara kembali mengguyurnya byurrr….., benar-benar basah kuyup itu pejalan kaki.

- Advertisement -