Penyakit Kencing Tikus Ancam Korban Banjir

31 views
- Advertisement -

JAKARTA – Selain memakan korban jiwa dan menelan kerugian material, banjir yang menerjang wilayah Jadetabek juga mendatangkan berbagai masalah penyakit, salah satunya adalah penyakit kencing tikus atau leptospirosis, yakni penyakit yang berasal dari urine binatang seperti tikus, kucing, anjing, dan lain-lain.

Saat musim hujan tiba, penyebaran bakteri leptospira ini semakin meningkat karena terjadi perubahan lingkungan, seperti banyaknya genangan air, kondisi jalan yang becek dan berlumpur, serta timbunan sampah yang memudahkan bakteri untuk berkembang biak.

Ketika air kencing tikus yang mengandung bakteri leptospira terbawa arus dan masuk rumah atau lingkungan sekitar, tidak menutup kemungkinan bakteri ini akan masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terluka, selaput lendir mata, dan hidung.

Dilansir Antara (2/1), menurut Yudira Amelia, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, bakteri leptospira ini bisa masuk melalui luka di tubuh, bahkan luka kecil sekalipun. Seperti misalnya luka karena menggunting kuku atau luka lecet di kulit.

Ketika seseorang terkena penyakit leptospirosis, mereka akan mengalami beberapa gejala seperti demam, sakit kepala, badan lemas, mata merah, kekuningan pada kulit, dan nyeri otot. Jika dibiarkan, penyakit ini bisa berakibat fatal bahkan berujung pada kematian. Maka membawa pasien ke puskesmas atau rumah sakit terdekat adalah hal yang paling penting dalam menangani leptospirosis.

- Advertisement -