Black Hawk Down

1.050 views
Heli Black Hawk yang dikenal dalam film kisah perang Somalia pada 1993. Heli sejenis milik AB Taiwan jatuh di Pegunungan Wulai. (Kamis, 2/1) menewaskan pangab negara itu, Jenderal Shen Yimin.
- Advertisement -

PEMBACA tentu ada yang pernah menyaksikan film eksyen “Black Hawk Down” tentang jatuhnya helikopter pasukan Amerika Serikat yang ditembak dengan pelontar granat oleh pemberontak Somalia pada 1993.

Singkatnya, heli Black Hawk AS dalam misi penangkapan pimpinan pemberontak Somalia, Jenderal Moh. Farrah Aidid di ibukota, Mogadishu pada 3 Oktober 1993 terkepung oleh ribuan pengikut jenderal tersebut. Aidid diburu karena mendeklarasikan pemerintah Somalia secara sepihak, tidak diakui PBB

Dua heli jenis angkut taktis UH-61 Black Hawk atau Elang Hitam jatuh dan belasan pasukan khusus AS Rangers dan Delta Force yang selamat harus bertahan dari serangan ribuan milisi, sementara iring-iringan konvoi bala bantuan dari darat terhalang barikade musuh.

Saat itu, dunia bisa menyaksikan tayangan brutal video atau foto-foto, tentang jasad awak heli dan anggota pasukan yang tewas diseret-seret, ditendangi dan dilempari massa di jalanan Mogadishu.

Dalam peristiwa itu, 18 kru dan anggota satuan elite AS tewas, sementara di pihak pemberontak Somalia, yang tewas ratusan.

Kisah nyata itu membuat heli Black Hawk yang digunakan AD AS sejak 1979, sampai saat ini sudah diproduksi tiga ribu unit dan dioperasikan sekitar 30 negara termasuk Indonesia (oleh Pusat Penerbad) makin melegenda.

Kabar buruk terkini tentang heli Black Hawk yakni jatuhnya burung besi jenis tersebut di Pegunungan Wulai, Taiwan (2/1), menewaskan Panglima AB negara itu, Jenderal Shen Yiming, Kabiro Politik AB Mayjen Yu Chin-wen dan Wakastaf Intelijen Mayjen Hung-Hung-chin dan lima anggota tentara lainnya.

Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengetahui penyebab jatuhnya heli berharga sekitar 20 juta dollar AS atau sekitar Rp280 milyar per unit yang relatif baru digunakan (2018) itu.

- Advertisement -