Jokowi Ambil Alih Soal Banjir Ibukota?

860 views
Wilayah ibukota menjadi kolam air raksasa akibat banjir malam tahun baru lalu, padahal baru awal musim hujan yang akan berlangsung sampai awal Maret nanti. Cuma penataan kata-kata dan retorika tanpa aksi radikal dan nyata, ancaman banjir berikutnya sudah di depan mata.
- Advertisement -

PRESIDEN Joko Widodo diam-diam melakukan sidak Waduk Pluit, Jakarta Utara guna memastikan seluruh peralatan penanggulangan banjir di ibukota berfungsi dengan baik.

Dalam sidak selama sekitar 20 menit, Jumat pagi itu, Jokowi yang hanya didamping beberapa anggota paspamres sempat berdialog dengan operator alat-alat berat yang disiapkan di Waduk Pluit.

“Ini (alat) enggak jalan?” tanya presiden pada salah seorang operator alat berat yang ada di waduk Pluit, yang dijawab: “Sedang ‘off’ dulu pak,”

Jokowi juga sempat berkeliling ke rumah pompa yang ada lingkungan waduk Pluit dan menyampaikan apresiasi pada petugas yang kaget menerima kedatangannya yang mendadak. “Bagus, bagus, “ tutur Jokowi setelah memastikan mesin pompa dalam kondisi baik.

Waduk Pluit berfungsi sebagai sebagai tampungan sementara (folder) air dari Kali Cideng, termasuk Kali Pakin dan Kali Jelangkeng, anak Kali Ciliwung untuk mengamankan wilayah seluas 2.280 Ha termasuk area Ring I kawasan Monas dan Istana, Pasar Baru, Mangga Dua dan Duri.

Menuai Pertanyaan
Sidak Jokowi ke Waduk Pluit tanpa didampingi penguasa nomor satu ibukota, Gubernur Anies Baswedan di sisi lain mengundang pertanyaan publik tentang penanganan banjir ke depannya.

Bisa jadi, Jokowi tergugah atau “gregetan” untuk terjun langsung menangani banjir seperti kebiasaan blusukan yang dilakukannya saat menjabat gubernur DKI Jakarta yang kemudian digantikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Bisa juga, Jokowi kesal karena peringatan yang disampaikan jauh-jauh hari sebelum ibukota dan sekitarnya terendam air malam tahun baru lalu, diabaikan oleh Anies dan jajarannya.

Anies sebelumnya juga menyalahkan gubernur sebelumnya, Ahok yang gencar melakukan normalisasi sungai-sungai yang bermuara di Jakarta dalam upaya mencegah banjir dan melakukan reklamasi di Teluk Jakarta.

- Advertisement -