CUPU PAMEKAK TIRTA

78 views
Kata Betari Durga di depan Kartomarmo. "Harga cupu Pamekak Tirto sebuah Rp 1 miliar. Mau?"
- Advertisement -

DALAM kepemimpinan adipati Dirgabasuki, negeri Tirtotinalang aman tentram, karena rakyat negeri hidup makmur. Tapi sejak adipati dilengserkan Kartomarmo dan kemudian menguasainya, kondisinya berbalik 180 drajat. Banyak proyek infrastruktur tak dilanjutkan, karena anggaran tersebut diubah menjadi dana hibah untuk membantu ekonomi anggota Timses Kartomarmo saat melengserkan adipati Dirgabasuki. Mereka ditampung pada sebuah lembaga bernama  Panggelak Karya, yang tugasnya merumuskan segala kebijakan Adipati Kartomarmo. Kerjanya tak seberapa, tapi gajinya lumayan gede.

Negeri Tirtotinalang masih di bawah kekuasaan negeri Ngastina pimpinan Prabu Jakapitono, yang biasa dipanggil sebagai Jokopit. Mentang-mentang raja Ngastina itu kakak sendiri, jika ada program dari pusat sering dieyeli alias tak dikerjakan. Jika ditegur, Prabu Jokopit malah ditantang debat. Adipati Kartomarmo memang terkenal ahli menata kata, pinter ngomong. Dan rupanya rakyat Tirtotinalang memang senang pemimpin demikian, santun dan seiman pula.

“Nakmas Kartomarmo jangan begitu, sama Sang Prabu, meski itu kakak sendiri. Sebagai anak muda, harus menghormati yang lebih tua, jangan mentang-mentang pendidikan tinggi sekolah sampai Ngatasangin.” Tegur Patih Sengkuni.

“Ealah, jadi tua kan bukan prestasi, itu sebuah keniscayaan belaka. Jika saya anak tertua, niscaya saya yang jadi raja Ngastina. Kan begitu logikanya,” jawab adipati Kartomarmo mendebat Patih Sengkuni.

Bener juga sih. Tetapi Prabu Destarastra yang buta tapi tak buta hati, tak mungkin menyerahkan kekuasaan pada Kartomarmo. Beliaunya sudah lama tahu bahwa Kartomarmo ini hanya modal jago ngebacot, tak bisa kerja. Maka sebelum berkuasa di Tirtotinalang, dia hanya menjadi tokoh pelengkap penderita. Dia tak pernah diajak rapat sidang kerajaan bersama Adipati Karno, Baladewa, Patih Sengkuni dan Pendita Durna.

Dia hanya dimunculkan ketika Patih Sengkuni memberi keterangan pers, sesuai dengan petunjuk bapak pres….. eh Prabu Jokopit. Di situ barulah Kartomarmo tampak bersama Durmagati, Citraksa-Citraksi. Sebab mereka punya prinsip, yang penting mateng bagehi (mateng dikasih).

- Advertisement -