CUPU PAMEKAK TIRTA

101 views
- Advertisement -

“Ketemu Betari Durga, saya yang ngatur jadwalnya. Tapi minta jadwal harus bayar.” Begitu ujar Jaramaya tanpa tedeng aling-aling. Dia adalah sekpri Betari Durga siang hari, kalau malam hari Jarameya.

“mBok ya nanti saja kalau sudah ketemu Eyang Betari.” Kartomarmo masih menawar.

Ternyata Jaramaya tetap menggeleng, sehingga dengan terpaksa adipati Kartomarmo mengeluarkan lembaran merah sehelai. Setelah dicatat KTP-nya baru dipersilakan masuk ke dalam.Ternyata di ruang dalam sana memang ada tulisan “pungli adalah olie-nya urusan”, yang sepertinya diilhami pendapat anggota DPR Fadli Zon dari negara sebelah.

“Kaki Kartomarmo, waktuku nggak banyak. Ada keperluan apa, tumben-tumbenan ke sini. Kena banjir nggak?” ujar Betari Durga main tembak langsung.

“Justru karena itu Eyang Betari. Tak hanya kebanjiran, saya habis diomeli rakyat Tirtotinalang, dituduh takbecus mengatur wilayah. Bagaimana Eyang Betari solusinya, karena banjir semakin parah.” Jawab Kartomarmo sambil menyembah takjim.

Ternyata solusinya simpel sekali. Adipati Kartomarmo hanya diminta menolak hujan dan  banjir lewat cupu Pamekak Tirta, yang sebijinya seharga Rp 1 miliar. Cupu tersebut jika dilempar ke atas, kena awan gelap biang hujan, langsung hilang itu awan gelap dan otomatis tak jadi hujan. Ketika cupu itu jatuh ke bumi, kena genangan air sisa banjir, juga langsung kering.

“Ya sudah Eyang, saya beli lima sekalian buat cadangan.” Kata Kartomarmo.

“Oke, nih nomer rekening saya di BNI.” Jawab Betari Durga sambil memberikan kertas kecil.

Cupu Pamekak Tirta masing-masing segede telur ayam negeri itu langsung dibawa pulang ke ngercapada hanya dengan dibungkus kantong plastik item. Begitu dipraktekkan di langit Tirtotinalang, ternyata benar. Awan gelap menggantung itu kena hantam cupu Pamekak Tirta langsung melenyap, batal jadi hujan. Demikian juga ketika cupu jatuh ke bumi menimpa genangan air banjir, langsung saja sop (kering) itu air Adipati Kartomarmo dan rakyatnya tepuk tangan sambil teriak histeris. “Hidup Kartomarmo, calon raja Ngastina 2024.” (Ki Guna Watoncarita)

- Advertisement -