Awas! Ancaman Banjir dan Longsor Belum Berlalu

18 views
Bencana longsor, banjir dan air bah mengancam sejumlah wilayah di musim penghujan yang akan berlangsung sampai awal Maret nanti.
- Advertisement -

PARA pemangku kepentingan dan masyarakat tidak boleh lengah terhadap potensi terulangnya bencana banjir seperti terjadi di Jabodetabek dan longsor atau luapan air di berbagai lokasi sejak hari pergantian tahun pekan lalu.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan, cuaca antara 5 – 10 Januari perlu diwaspadai, mengingat aliran udara basah akan masuk dari arah Samudera Indonesia di sebelah barat Pulau Sumatera hingga berdampak intensitas curah hujan ekstrim.

“Potensi hujan ekstrem diprediksi turun antara 5-10 Januari di wilayah Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jambi sampai Lampung, Jawa dan termasuk Jabodetabek ” kata Dwikorita.

“Aliran udara basah akan masuk antara 5-10 Januari di wilayah Indonesia Barat bagian selatan, dekat ekuator, lalu bergerak ke Kalimantan Selatan dan ke Sulawesi bagian selatan tenggara,” tuturnya.

Curah hujan ekstrim, 377 mm per hari atau tertinggi sejak 1866 yang terjadi di hari pergantian tahun sejak Rabu dini hari (1/1) merendam sebagian besar wilayah Jabodetabek, khususnya ibukota.

Di ibukota saja terdapat 39 titik banjir dan 400 titik genangan, terbanyak di Jaksel (23), sehingga melumpuhkan aktivitas masyarakat, transportasi, pasokan air dan listrik, bahkan Bandara Halim Perdanakusuma tidak beroperasi pada hari itu.

Banjir selain merenggut 57 nyawa di wilayah Jabodetabek, juga menimbulkan kerugian harta benda, termasuk ratusan kendaraan yang terendam air, juga trauma yang ditimbulkannya serta “PR” berupa biaya, energi dan waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan, memperbaiki kerusakan atau mengganti perabotan dengan yang baru.

Selain akibat curah hujan ekstrim, akumulasi persoalan juga ikut berkontribusi memicu banjir di ibukota pekan lalu.

Anggaran normalisasi sungai yang disunat sebesar Rp500 milyar untuk keperluan lain, tumpukan sampah akibat tidak disiplinnya warga, proyek normalisasi Kali Ciliwung, Kali Sunter, Kali Pesanggerahan dan Kali Angke yang mangkrak di era gubernur Anies Baswedan dan seabrek persoalan lain.

- Advertisement -