PBB Desak Gencatan Senjata di Libya

39 views
Anggota Tentara Nasional Libya (LNA), yang diperintahkan oleh Haftar, keluar dari Benghazi untuk memperkuat pasukan yang maju ke Tripoli/ Reuters
- Advertisement -

JENEWA – Kepala PBB mendesak gencatan senjata  di Libya yang telah diwarnai gejolak perang di mana Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui internasional memerangi pasukan yang berafiliasi dengan Jenderal Khalifa Haftar.

Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menginginkan kedua pihak kembali ke dialog politik.

“Setiap dukungan asing kepada pihak-pihak yang bertikai hanya akan memperdalam konflik yang sedang berlangsung dan semakin mempersulit upaya untuk mencapai solusi politik yang damai dan komprehensif,” katanya, dikutip Anadolu.

Pernyataan menegaskan bahwa pelanggaran terus-menerus dari embargo senjata Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang diberlakukan pada 2011 akan memperburuk keadaan.

“Kepatuhan ketat terhadap embargo sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penghentian permusuhan,” tambahnya.

Sejak penggulingan pemimpin lama Muammar Khaddafi pada 2011, dua kursi kekuasaan telah muncul di Libya: satu di Libya timur didukung terutama oleh Mesir dan Uni Emirat Arab dan satu lagi di Tripoli, yang menikmati pengakuan PBB dan internasional.

Pada Sabtu  (4/1/2020)  sebanyak 30 orang tewas dan 33 lainnya terluka di ibu kota Libya akibat serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan Khalifa Haftar.

Menurut kantor media Operasi Burkan Al-Ghadab, jet-jet tempur milik Haftar mengebom sebuah asrama sekolah militer di selatan Tripoli.

- Advertisement -