Pesawat Ukraina, Tumbal Konflik AS – Iran

39 views
Ilustrasi pesawat Boeing B737-800 Ukraina yang dirudal Iran saat lepas landas dari Bandara Teheran, Rabu (3/1) lalu. Iran akhirnya mengakui salah tembak, mengira pesawat nahas itu rudal atau pesawat musuh (AS).
- Advertisement -

IRAN akhirnya mengaku salah tembak pesawat penumpang maskapai Ukraina sehingga menewaskan seluruhnya 176 penumpang dan awaknya beberapa menit setelah lapas landas dari Bandara Teheran, Rabu (8/1).

Dalam pernyataannya seperti dikutip AFP, Sabtu (11/1), AB Iran menyatakan telah menembak jatuh pesawat penumpang tersebut karena mengira sebagai target musuh karena pesawat itu berada di jalur militer yang sensitif.

Seorang pengamat militer menduga, satuan rudal AB Iran yang sedang bersiaga penuh di tengah ketegangan konflik dengan AS kemungkinan panik dan langsung menekan tombol peluncuran rudal begitu di ayar radar muncul obyek bergerak mendekat, dikira rudal atau pesawat AS.

Eskalasi konflik antara AS dan Iran meningkat pasca tewasnya Panglima satuan elite al-Quds Iran di Irak Jenderal Qassem Soleimani yang dirudal drone AS (3/1) kemudian dibalas serangan rudal Iran ke target-taget pangkalan AS di wilayah Irak).

Pesawat nahas Boeing B-737-800 dengan kode penerbangan PS-752 menuju Kiev, Ukraina tersebut hancur berkeping-keping dihantam rudal buatan Rusia Tor 9M331 M1 atau diberi kode sandi S-15 Gauntlet oleh pihak Barat.

Sebanyak 82 penumpang adalah warga negara Iran, 68 Kanada, 11 Ukraina (dua penumpang dan sembilan awak), 10 Swedia, empat Afghanistan dan masing-masing tiga warga Inggeris dan Jerman.

Menurut catatan, rudal darat ke udara (SAM) jarak dekat Tor yang diluncurkan dari kendaraan bergerak atau peluncur statis dengan daya jangkau maksimum 12 Km mulai dioperasikan oleh Uni Soviet pada 1983.

Semula Iran bersikeras, satuan AB-nya bekerja sama dengan baik dengan pengatur lalu-lintas penerbangan sipil sehingga tidak mungkin terjadi kesalahan. Iran balik meminta bukti atas tudingan PM Kanada Justin Trudeau, PM Australia Scott Morison dan Presiden AS Donald Trump yang meyakini pesawat Ukraina itu jatuh dirudal.

- Advertisement -