SARPAKENAKA MURCA (1)

86 views
Prabu Dasamuka memarahi Karadusana, sedangkan Kala Nopati tak kelihatan karena sedang ke toilet.
- Advertisement -

DALAM Ilmu Hayat atau Biologi istilah sekarang, dikenal istilah hermaprodit, yakni hewan berkelamin ganda. Pada dunia perwayangan, sosok semacam itu adalah Sarpakenaka, anak ketiga Begawan Wisrawa-Sukesi dari Alengka. Secara pisik dia berwujud wanita, tapi sepakterjang dan pembawaannya seperti lelaki. Suaranya juga begitu, bukan alto atau mezzo sopran, tapi bariton!

Sebagai adik kandung Prabu Dasamuka, dia cukup terkenal dan ditakuti rakyat, tapi sangat dekat dengan kontraktor. Semua proyek APBN di Alengkadiraja, dia yang menentukan siapa pelaksananya. Tapi karena tak ada makan siang gratis di dunia perwayangan, kontraktor yang mau dimenangkan harus siap dipotong 10 persen dari nilai proyek. Misalkan proyek jembatan atau jalan itu seharga Rp 10 miliar, Rp 1 miliar masuk kantong Sarpakenaka.

“Paman Prahasto, ke mana itu Sarpakenaka? Seharian saya tak melihatnya, ngelayap melulu kerjanya.” Ujar Prabu Dasamuka pada patih Prahastho.

“Nggak tahu, anak Prabu. Biasanya sih main ke Taman Lawang, ngumpul sama teman-temannya. Tapi sejak Satpol PP suka patroli di sana, Taman Lawang jadi sepi.” Laporan patih Prahastho apa adanya.

Meski adiknya ini badungnya minta ampun, Prabu Dasamuka tak ingin juga adiknya kenapa-kenapa, kena musibah misalnya. Apa lagi sekarang sedang ramai dibicarakan, Reynhard Sinaga pengidap LGBT diadili di Inggris gara-gara perkosa 159 lelaki. Jangan-jangan Sarpakenaka bernasib seperti itu.

Prabu Dasamuka segera panggil suami Sarpakenaka, yakni Karadusana dan Kala Nopati. Lho, masak suaminya dua, poliandri dong! Lho, baru tahu, memang begitulah Sarpakenaka.  Pisiknya wanita tapi jiwanya lelaki, sehingga dia ambil dua lelaki sekaligus untuk rekanan LGBT. Dan karena jiwanya pria itulah, meski dikerubut dua lelaki tak pernah hamil dan punya anak.

- Advertisement -