Kekuatan Kapital Mendominasi Sistem Politik Indonesia

25 views
#IDEASTALK
- Advertisement -

JAKARTA – Direktur Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono mengatakan, Kekuatan kapital telah mendominasi sistem politik Indonesia pasca krisis. Oligarkhi ekonomi mampu merubah peta dukungan suara, membalikkan momentum politik hingga membeli hasil politik yang diinginkan dengan mengeksploitasi sumber daya ekonomi yang dimilikinya.

“Pasca reformasi, Indonesia menjadi ruang nyaman bagi oligarkhi ekonomi. Motivasi keamanan dan mempertahankan kekayaan menjadi faktor terpenting. Semakin tinggi jabatan politik yang diperebutkan, semakin besar peluang oligarkhi ekonomi terlibat dalam pertarungan memperebutkan kekuasaan tersebut,” Ujar Yusuf Wibisono, pada diskusi pemaparan hasil riset #IDEASTalk yang bertajuk ‘Ilusi Mobilitas Ekonomi dan Kapital Tak Terbatas’, di Jakarta, Selasa (14/01/2020).

Yusuf Wibisono mengungkapkan bahwa munculnya oligarkhi ekonomi bermula dari bangkitnya orde baru. Indonesia tidak menghadapi konsentrasi kapital dan tidak memiliki oligarkhi ekonomi hingga era 1970-an.

Ia menambahkan, walaupun selalu didominasi elit namun Indonesia tidak pernah didominasi oleh oligarkhi kecuali setelah mereka diinkubasi dan matang di era orde baru. Pada awalnya, segelintir elit ekonomi mendapatkan konsesi dan fasilitas eksklusif dari penguasa orde baru untuk memberikan dukungan finansial ke militer. Dengan cara ini Presiden yang baru naik ke tampuk kekuasaan mengendalikan militer sekaligus mengalahkan rival politiknya. Semua pengusaha besar saat itu tumbuh dari payung kekuasaan seperti ini.

“Salim Group misalnya, bermula dari pendirian PT Bogasari pada 1969 yang mendapatkan hak eksklusif penggilingan tepung terigu untuk Indonesia bagian barat, yang merepresentasikan 80 persen pasar terigu domestik. Hanya dengan modal Rp 100 juta, lima hari setelah berdiri PT Bogasari mendapat lisensi atas pasar wilayah Indonesia Barat sekaligus kucuran kredit Rp 2,8 miliar. Dari 3 perusahaan pada 1957, Salim Group tumbuh menjadi 54 perusahaan pada 1980-an dan menembus 427 perusahaan pada awal 1990-an,” Ungkap pimpinan lembaga Think Tank yang fokus pada isue kesenjangan ekonomi tersebut.

- Advertisement -