78 Anak di Yaman Tewas Akibat Demam Berdarah

29 views
Ilustrasi Anak Yaman menderita karena perang. foto: Ist
- Advertisement -
YAMAN – Sebuah kelompok advokasi anak mengatakan puluhan anak telah kehilangan nyawa mereka karena penyakit demam berdarah.

“Tujuh puluh delapan anak di bawah 16 tahun telah meninggal dalam wabah penyakit yang berhubungan dengan demam berdarah di Yaman, dengan lebih dari 52.000 kasus yang diduga tercatat di seluruh negeri,” kata Save the Children dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.

Kelompok bantuan menambahkan ini bisa menandakan dimulainya epidemi di negara yag dilanda perang tersebut.

Ia mencatat bahwa total 192 orang meninggal di Yaman tahun lalu karena penyakit yang berhubungan dengan demam berdarah, dan sebagian besar kasus dilaporkan di kota-kota pelabuhan Hudaydah serta Aden.

“Hudaydah memiliki tingkat kematian tertinggi kedua di negara itu dengan 62 kematian orang dewasa dan anak-anak pada tahun 2019. Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya,” kata koordinator lapangan Save the Children di Yaman, Mariam Aldogani, kepada AFP.

“Lebih dari 40 staf kami termasuk keluarga mereka terkena demam,” tambah Aldogani, yang sedang dalam pemulihan dari demam berdarah.

Demam berdarah adalah penyakit yang menyakitkan dan melemahkan yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk yang berkembang biak di air yang tergenang.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya meluncurkan kampanye yang menghancurkan terhadap Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintah mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah.

Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata yang bermarkas di AS (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan bahwa perang telah merenggut lebih dari 100.000 nyawa selama empat setengah tahun terakhir.

Perang juga telah mengambil banyak korban pada infrastruktur negara, menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan pabrik. PBB mengatakan lebih dari 24 juta orang Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 10 juta orang menderita kelaparan tingkat ekstrem.

- Advertisement -