Seorang Tahanan Palestina Akhiri Mogok Makan Selama 113 Hari Setelah Capai Kesepakatan

21 views
Ilustrasi/ Haaretz
- Advertisement -
RAMALLAH – Seorang tahanan Palestina, Ahmad Zahran dari desa Ramallah di daerah Deir Abu Mishaal, telah mengakhiri  mogok makannya setelah 113 hari puasa menyusul kesepakatan dengan pihak berwenang Israel.
Zahran, ayah dari empat anak, melakukan mogok makan untuk menuntut diakhirinya penahanan administratif yang panjang tanpa dakwaan atau persidangan dan berdasarkan pada bukti rahasia.

Zahran sebelumnya mengamati 39 hari mogok makan yang berakhir setelah dijanjikan akan dibebaskan dari penahanan administratif. Namun, ia melanjutkan mogok makan setelah pihak berwenang Israel mengingkari janji itu.

Selama mogok makan kedua, kesehatan Zahran memburuk dengan serius dan harus dirawat di rumah sakit. Dia dilaporkan menderita detak jantung rendah, rasa sakit di seluruh tubuhnya, penurunan kadar garam yang kritis dan kehilangan lebih dari 35 kilogram berat badannya.

Dia telah menjalani total 15 tahun di penjara-penjara Israel karena menentang pendudukan.

- Advertisement -