Myanmar Makin Merapat ke China

224 views
Hubungan China semakin mesra pasca lawatan Presiden China Xi Jinping ke Myanmar, akhir pekan lalu. Myanmar butuh dukungan akibat keterkucilannya terkait kasus-kasus pelanggaran HAM dan genosida terhadap minoritas muslim Rohingya, sedangkan China perlu untuk mengembangkan proyek "Sabuk dan Jalan" guna mengepakkan sayapnya.
- Advertisement -

DI TENGAH keterkucilan Myanmar terutama dari negara-negara Barat akibat keterlibatan junta militer dalam kasus-kasus pelanggaran Demokrasi dan HAM, hubungannya dengan China makin mesra.

Bagi Myanmar, China adalah “godfather” yang bisa memberikan segala-galanya, baik investasi dan bantuan ekonomi, peralatan dan pelatihan militer, mau pun dukungan dan pembelaan politik.

Sementara Myanmar di bawah Aung San Suu Kyi sebagai Penasehat Negara saat ini ternyata belum bisa beranjak dari stigma buruk terkait pelanggaran-pelanggaran HAM sejak era rezim junta militer lalu.

Kondisi tersebut membuat Myanmar memerlukan China untuk membelanya dari tekanan internasional terutama terkait tudingan persekusi dan genocida terhadapa etnis minoritas muslim Rohingya.

Aksi persekusi dan genosida yang dilakukan rezim Myammar menyebabkan eksodus sekitar 700 ribu etnis Rohingya ke Bangladesh dan kasus ini sudah mulai disidangkan di Mahkamah Internasional, Den Haag, Belanda.

Sementera itu Presiden China Xi Jinping dalam lawatan ke Myanmar akhir pekan lalu meneken naskah proyek Pengembangan Zona Ekonomi Khusus China – Myanmar di Kyaukpyu, Teluk Benggala. Proyek ini adalah salah satu dari 33 proyek yang disepakati.

Konsesi terkait ZEK tersebut sangat signifikan karena akan menghubungkan kawasan terpisah sepanjang 1.700 Km dari Yunnan, China barat daya ke Teluk Benggala, menghadap Samudera Hindia.

Pihak lain tentu juga mengamati sepak terjang China yang mengklaim
hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, bersengketa dengan Brunei, Malaysia, Vietnam dan Filipina.

Dengan RI Tak Bermasalah
Sementara dengan RI, walau tidak ada tumpang tindih klaim wilayah, ketegangan sempat terjadi saat nelayan China dikawal kapal penjaga pantainya, mencari ikan sampai ke ZEE Indonesia di utara P. Natuna awal 2020.

- Advertisement -