Abbas Desak Macron Agar Eropa Akui Yerusalem Ibukota Palestina

821 views
Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Emmanuel Macron dari Perancis/ Reuters
- Advertisement -

RAMALLAH –  Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta agar Eropa mengakui Negara Palestina dengan Yerusalem Timur yang diduduki Israel al-Quds sebagai ibukotanya.

Permintaan tersebut disampaikan Abbas ketika bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron dari Perancis pada hari Rabu di kota Ramallah, Tepi Barat, di mana keduanya membahas perkembangan terbaru dalam proses perdamaian dan urusan regional.

Abbas menyoroti peran Prancis dalam “menyelamatkan proses politik dari kebuntuan yang disebabkan oleh kekerasan Israel.”

Dia menyatakan harapan bahwa Paris akan mengakui sebuah negara Palestina di jalur pra-1967 dengan Yerusalem Timur al-Quds sebagai ibukotanya.

“Kami berharap bahwa negara-negara Eropa – yang percaya pada solusi dua negara – dan Perancis akan mengakui Negara Palestina sepanjang 1967 berbatasan dengan Yerusalem Timur [al-Quds] sebagai ibukotanya,” kata Abbas, dilansir Press TV.

Palestina mendesak UE untuk mengambil posisi yang lebih kuat untuk menghadapi pertempuran terbuka rezim Israel melawan Yerusalem yang diduduki al-Quds.

“Pengakuan Palestina akan menjadi jalan sejati untuk menyelamatkan solusi dua negara yang didukung Perancis dan Eropa dan akan memberikan harapan kepada rakyat kita bahwa mencapai perdamaian dan stabilitas adalah mungkin,” katanya.

Abbas juga mengatakan kepada Macron bahwa dia serius mengadakan pemilihan presiden dan parlemen baru.

Dia mendesak Prancis dan negara-negara Uni Eropa untuk menekan Israel agar mengizinkan penduduk Yerusalem Timur al-Quds untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara.

Sementara Presiden Prancis, mengatakan bahwa Paris akan terus mendukung rakyat Palestina dalam membangun institusi dan ekonomi mereka.

Yerusalem al-Quds tetap menjadi jantung dari konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung beberapa dekade.

- Advertisement -