PBB Kecam Rencana Pencaplokan Lembah Jordan Jadi Ajang Perebutan Kekuasaan Politik Israel

1.435 views
Ilustrasi Lembah Al Matwa, Salfit, Tepi Barat, Palestina. Foto: Al Jazeera
- Advertisement -

TEPI BARAT – Nickolay Mladenov, Koordinator Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Proses Perdamaian Timur Tengah,  Rabu  (22/1/2020) menyatakan keprihatinan mengenai rencana Israel untuk mencaplok Lembah Jordan yang diduduki.

“Pencaplokan sebagian atau seluruh Area C di Tepi Barat, jika diterapkan, akan memberikan pukulan yang menghancurkan terhadap potensi menghidupkan kembali perundingan Israel-Palestina, memajukan perdamaian regional, dan esensi dari solusi dua negara,” kata Mladenov, dilaporkan WAFA.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan saingannya di Partai Biru-Putih, Benny Gantz, telah berjanji menganeksasi Lembah Jordan, Laut Mati utara dan permukiman ilegal yang terletak di Area C Tepi Barat yang diduduki jika mereka memenangkan pemilihan Israel yang akan datang.

Seruan mereka juga sangat dikutuk oleh presiden Palestina yang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pernyataan Netanyahu dan Gantz mengancam perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.

“Pernyataan seperti itu merupakan pukulan bagi fondasi proses perdamaian yang akan membawa kawasan itu ke fase konflik dan ketidakstabilan baru yang berbahaya,” kata juru bicara kepresidenan, Nabil Abu Rudeineh.

“Kepresidenan memperingatkan semua pihak Israel yang membuat pernyataan-pernyataan ini tentang implikasinya terhadap keseluruhan hubungan Palestina-Israel, termasuk perjanjian yang ditandatangani dan kewajiban bersama antara kedua pihak,” tambahnya, menyerukan masyarakat internasional untuk berdiri teguh melawan Israel ini.

Pemerintah Palestina juga mengutuk pernyataan Netanyahu dan Gantz tentang pencaplokan bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki, memperingatkan bahwa mereka akan membawa kawasan itu ke “lingkaran konflik baru yang akan mengancam perdamaian dan keamanan dunia.”

- Advertisement -