RAMA GANDRUNG (1)

216 views
- Advertisement -

Sementara Prabu Dasamuka istirahat di bawah pohon beringin sambil menikmati bir hitam, Kala Marica yang telah menjelma jadi kidang kencana itu segera mendekati lokasi Rama-Sinta-Lesmana. Kelihatannya jinak sekali, makan rumput seakan tidak takut pada kedua ksatria yang selalu siap dengan senjata panahnya.

“Kangmas Rama, lihat tuh ada kijang berkulit emas, indah sekali nampaknya. Tangkap dong buat klangenan (peliharaan) adinda,” rengek Dewi Sinta.

“Sabar dinda Sinta, untukmu akan kulakukan segalanya.” Jawab Rama mirip judul film Indonesia tahun 1984.

Tapi sungguh di luar dugaan,  kidang kencana yang nampaknya jinak bersahabat itu, begitu didekati segera menjauh. Rama pun mengejarnya, tapi begitu sudah dekat, kembali si kidang kencana menjauh. Sebetulnya bisa saja Rama menggunakan panah andalannya, tapi takut si kidang terluka, cacat bahkan tewas. Soalnya targetnya bukan untuk dibuat sate atau thengkleng Solo, melainkan untuk piaraaan istrinya.

“Dimas Lesmana, tolong jaga baik-baik adikmu. Saya hendak menangkap kijang itu hidup-hidup.”

“Baik kangmas Rama, amanat ini akan kulaksanakan sebaik mungkin.” Jawab Lesmana.

“Dinda Sinta, saya tinggal sebentar untuk menangkap kijang itu ya. Kamu tenang saja, dimas Lesmana akan menjagamu dengan baik.” Pesan Rama pada sang istri.

“Iya kanda Rama, saya berharap kijang kencana itu segera tertangkap.”

Rama segera kembali mengejar kidang kencana yang tiba-tiba mendekat dengan tingkah ngiwi-iwi (meledek). Tapi gaya kidang kencana tak berubah, sebentar menjauh, sebentar mendekat. Tahu-tahu jarak lokasi kijang dengan Sinta-Lesmana sudah lebih dari 500 meter. Jika mengikuti emosi, akan segera saja dipanah, selesai. Tapi Rama memang tipe titisan Wisnu yang penyabar, bukan wayang sumbu pendek.

Satu jam telah berlalu, tapi Rama belum juga kembali. Sinta dan Lesmana mulai khawatir, jangan-jangan terjadi apa-apa. HP-nya dikontak sama sekali tak menjawab, karena memang tak ada sinyal. Akhirnya Dewi Sinta berubah pikiran, tak dapat tangkepan kidang kencana juga nggak papa, yang penting Rama kembali dengan selamat.

- Advertisement -