Dompet Dhuafa CSO TBC Sejak 2014

33 views
TIM Kesehatan Dompet Dhuafa dalam satu pameran Stop TB yang diadakan Kementerian Kesehatan RI. dr. Yeni Purnamasari (Kiri). Foto: Dompet Dhuafa
- Advertisement -

JAKARTADompet Dhuafa menjadi bagian dari Civil Society Organization (CSO) TBC yang mengisi peran dukungan penanggulangan penyakit TB sejak 2004 sampai sekarang.

Hal itu dikatakan dr. Yeni Purnamasari, GM Kesehatan Dompet Dhuafa, kepada Media di Jakarta, (29/1/2020).

Peran Dompet Dhuafa dalam penanggulanan TB, kata dr Yeni, dalam bentuk jejaring faskes tingkat 1 dan RS yang melayani pemeriksaan dan pengobatan TB, pelatihan tenaga kesehatan bekerjasama dengan kemenkes, pelatihan kader TBC, penemuan kasus TBC secara aktif di masyarakat dan menggagas koalisi lembaga zakat dan filantrofi untuk berperan dalam upaya eliminasi TBC 2030.

“Bersama dengan Forum Stop TB Partnership, Dompet Dhuafa hadir dalam pencanangan acara tersebut, dan menjadi bagian dari Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC 2030. Gerakan ini mengusung komitmen semua pihak untuk melakukan TOSS TBC, yaitu Temukan Obati Sampai Sembuh TBC di Indonesia,” ungkap dr. Yeni.

Ia juga melansir, Presiden Joko Widodo telah mencanangkan “Gerakan Bersama Menuju Eliminasi TBC Tahun 2030” Rabu, 29 Januari 2020 di Cimahi Techo Park Bandung. Karena Tuberkulosis (TBC) menjadi penyakit ke 5 terbanyak dari 10 kasus penyakit lain di Indonesia.

TB di Indonesia juga menjadi peringkat ke 3 di dunia kasus TBC terbanyak setelah India dan China serta Peringkat ke 7 di dunia utk TB Resisten Obat (RO) dan TB HIV.

“Ada 845.000 estimasi jumlah kasus, 4.413 TB RO, 60.686 TB anak, 10.174 TB HIV, 13 kematian karena TB dalam 1 jam, 33 % kasus belum terlaporkan dan 85 % keberhasilan pengobatan. Belum termasuk data TBC Laten (yg sdh terinfeksi tp blm sakit atau menunjukan gejala TBC),” terangnya.

- Advertisement -