3 Pesan Gus Solah Sebelum Meninggal

29 views
- Advertisement -

JAKARTA – Sebelum mengembuskan nafas terakhir kali di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat pada Ahad (2/2), KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah memiliki tiga obsesi. Pesan tersebut disampaikan secara khusus kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Hal itu disampaikan Khofifah saat memberikan sambutan atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur di area pemakaman keluarga Pesantren Tebuireng, Senin (3/2) siang.

“Atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Jawa Timur, kami menyampaikan duka mendalam. Pekerjaan rumah kita setelah kepergian Gus Sholah adalah menjaga persatuan,” katanya hingga menyebut persatuan hingga tiga kali. Disampaikan perempuan yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU tersebut, bahwa ada tiga hal yang menjadi harapan Gus Sholah.

“Kepada dzurriyah atau keluarga Pesantren Tebuireng hendaknya mewujudkan tiga hal ini sebagaimana harapan Gus Sholah yaitu lembaga pendidikan, rumah sakit modern dan bank syariah,” ungkap Khofifah. Bagi Khofifah, Pesantren Tebuireng telah berkembang dengan demikian membanggakan.

Perkembangan semenjak Gus Sholah menjadi pengasuh, maka lembaga pendidikan di Pesantren Tebuireng demikian berkembang pesat.

“Tidak semata bangunan dan fisik pesantren dan lembaga pendidikan, juga mutu dari lembaga yang ada,” ungkapnya.

Yang juga penting untuk diwujudkan adalah keberadaan rumah sakit modern yang berada di sebelah Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari. Karena Gus Sholah dan Dompet Dhuafa menginisiasi pendirian Rumah Sakit Hasyim Asy’ari. Peletakan batu pertama pendirian layanan kesehatan tersebut dilaksanakan pada 19 September 2018 oleh Mundjidah Wahab selaku pelaksana tugas (Plt) Bupati Jombang saat itu.

Rumah Sakit Hasyim Asy’ari Dompet Dhuafa merupakan rumah sakit keenam yang dibangun dari dana umat melalui Dompet Dhuafa. Tanah seluas satu hektare yang menjadi tempat didirikannya, merupakan wakaf dari keluarga besar KH Hasyim Asy’ari.

- Advertisement -