RTH Jadi Sentra Kuliner

41 views
Ruang Terbuka Hijau (RTH) ternyata tetap bikin orang bermata hijau, lihat duit!
- Advertisement -

SEBAGAI perusahaan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), PT Jakpro memang harus mencari keuntungan sebanyak-banyaknya untuk disetor ke Pemprov DKI. Namun demikian jaman Gubernur Ahok dia paling tidak suka pejabatnya berotak proyek. Tapi mau bagaimana lagi, lain koki kan lain masakan, maka lain gubernur ya lain kebijakan.

Maka beginilah yang terjadi di DKI Jakarta sekarang. Dulu Gubernur Ahok capek-capek membebaskan lahan di Muara Karang (Jakut) untuk RTH (Ruang Terbuka Hijau), tapi tiba-tiba oleh Gubernur Anies Baswedan disulap menjadi lokasi Sentra Kuliner. Bagaimana ini, Jakarta yang sumpek karena lahan RTH-nya hanya 10 persen, kok tega-teganya mau dikurangi lagi? Pertanyaannya, benarkah ini ide Gubernur, atau sang penggagas Dirut Jakpro, lalu Gubernur Anies tinggal mengiyakan dan teken saja?

Jakarta yang luas wilayahnya sebanyak 661 Km2 membutuhkan RTH idealnya sampai 30 persen. Jaman Gubernur Sumarno atau Ali Sadikin, masih bisa sebab masih banyak ruang kosong, sampai-sampai wilayah pinggiran Ibukota digelari: tempat jin buang anak. Ancol misalnya, tahun 1960-an masih sepi, benar-benar nyaris tanpa penghuni. Tapi sejak ada TIJA (Taman Impian Jaya Ancol) di tahun 1966, dari tempat jin buang anak kini telah berubah menjadi jin bikin anak. Tentu saja jinnya kepala item dan doyan gado-gado maupun ketoprak.

Tapi sayangnya, makin ke sini Ruang Terbuka Hijau justru bikin orang mata hijau melihat duwit. Banyak pembangunan di berbagai wilayah dengan sengaja melanggar RUTR (Rencana Umum Tata Ruang). Baik itu pribadi maupun badan usaha. Maklumlah, oknum Dinas Tata Kota dan Dinas Pengawas Bangunan bisa diajak bermain. Yang abu-abu (industri) dijadikan kuning (pemukiman), yang hijau pun disulap pula jadi kuning.  Maka tak mengherankan RTH di jaman Gubernur Jokowi dan Ahok sudah kurang dari 10 persen. Meski untuk mengembalikan ke 30 persen sangat susah,  Ahok mencoba mempertahankan yang ada lewat pembangunan RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) di berbagai tempat, juga membebaskan sejumlah lahan untuk RTH sekaligus resapan air.

- Advertisement -