Di Hadapan PBB, Presiden Abbas Tegaskan Palestina Tolak Usulan Trump

448 views
Mahmoud Abbas/AFP
- Advertisement -
NEW YORK – Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas telah mengulangi penolakan Palestina terhadap rencana perdamaian Timur Tengah oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di hadapan Dewan Keamanan PBB di New York, Selasa.

“Saya datang kepada Anda hari ini untuk menegaskan kembali posisi Palestina yang menolak proposal Israel-Amerika,” kata Abbas dalam pidatonya, mencatat bahwa sikap ini juga telah didukung oleh Liga Arab, Organisasi Kerjasama Islam dan Afrika.

Abbas meminta Trump untuk kembali ke perundingan berdasarkan resolusi PBB yang ada yang menyerukan solusi dua negara berdasarkan perbatasan pra-1967, dan mendesak dewan untuk mengadakan konferensi internasional untuk mencari penyelesaian bagi konflik yang telah berlangsung lama.

Abbas mengatakan penolakan terhadap rencana itu, yang diungkapkan Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhir bulan lalu, adalah hasil dari “langkah-langkah sepihak yang melanggar legitimasi internasional dan inisiatif perdamaian Arab”.

“Itu membatalkan legitimasi hak-hak Palestina, hak kami untuk menentukan nasib sendiri, kebebasan, dan kemerdekaan, di negara kami sendiri,” katanya dilansir Aljazeera.

“Itu melegitimasi apa yang ilegal – permukiman dan penyitaan dan pencaplokan tanah Palestina,” katanya, merujuk pada proyek perluasan pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.

Di bawah proposal tersebut, Palestina akan memiliki bagian-bagian Tepi Barat dan Gaza untuk negara mereka dan ibukota baru di Abu Dis, sebuah pinggiran kota di luar Yerusalem. Tetapi Palestina ingin Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki menjadi bagian dari negara masa depan.

Usulan itu dibuat tanpa masukan dari Palestina, yang memutuskan hubungan dengan pemerintahan Trump setelah secara kontroversial mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada akhir 2017.

- Advertisement -