Puncak Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah Lebih Dulu Datang akibat Pengaruh Angin Monsun

81 views
Ilustrasi Hujan dan Angin Kencang/ Foto: Metro-Online.co

KARANGANYAR – Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 Semarang Tuban Wiyoso mengatakan cuaca ekstrem yang menjangkau Jawa Tengah lebih cepat datang dibandingkan wilayah lain karena cuaca di Jawa lebih didominasi oleh pengaruh angin monsun.

“Ini terjadi pada kurun waktu Desember-Februari, puncaknya Januari-Februari. Angin monsun sendiri merupakan angin yang bertiup dari Asia ke wilayah Indonesia. Seperti angin darat, yaitu angin laut tetapi skala musiman, ini dipengaruhi oleh posisi matahari,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan potensi bencana pada musim pancaroba, dikatakannya selain angin puting beliung, ada bencana lain yang wajib diwaspadai yaitu angin kencang, petir, dan hujan lebat yang datang tiba-tiba.

Mengenai daerah yang berpotensi terkena bencana tersebut, menurut dia cenderung merata.

“Kalau Jawa Tengah itu angin kencang merata, tidak milih wilayah. Kemarin juga sudah dimulai angin puting beliung karena sempat ada jeda hujan sebentar, itu masa transisi,” katanya, dilansir Antara.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan cuaca ekstrem di Indonesia akan berlangsung hingga bulan Maret 2020.

“Kalau menurut prediksi BMKG untuk wilayah Indonesia terjadinya cuaca ekstrem tidak serempak, silih berganti. Rata-rata puncak musim hujan Februari-Maret, khusus DIY dan Jateng berlangsung pada Januari-Februari,” kata Kepala BMKG Dwikora Karnawati di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Dengan demikian, dikatakannya, artinya cuaca ekstrem di Indonesia akan berlangsung sampai Maret nanti.