Pro-kontra Pemulangan eks-Kombatan ISIS

90 views
Pro-kontra wacana pemulangan eks-kombatan NIIS muncul di tengah publik. Yang setuju, alasannya kemanusiaan, yang tidak, khawatir mereka akan berulah lagi, sedangkan pemerintah, sementara ini memutuskan tidak menerima mereka.

OPINI publik di Indonesia lagi-lagi terbelah terkait wacana pemulangan ratusan mantan kombatan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS atau ISIS) yang saat ini masih berada di Suriah dan negara-negara sekitarnya.

Hal itu tercermin dari hasil jajak pendapat yang digelar Kompas, 12 dan 13 Feb. lalu dikuti 530 responden berusia minimal 17 tahun yang tersebar di seluruh Indonesia (Kompas, 17 Feb).

Sebanyak enam (61,5 persen) dari 10 responden menyatakan tidak setuju menjawab pertanyaan apakah mereka setuju atau tidak setuju jika WNI eks-kombatan ISIS dipulangkan ke Indonesia, sedangkan tiga (32,1 persen) setuju dan lima (5,7 ) persen menjawab “tidak tahu”.

Hampir separuh responden (42 persen) yang setuju pemulangan dengan alasan kemanusiaan, 41,4 persen karena mereka masih WNI, 8,6 persen menganggap kesetiaan mereka pada NKRI masih bisa dipulihkan, 6,9 persen kasihan dengan keluarga mereka dan 1,1 persen menganggap mereka cuma ikut-ikutan.

Yang tidak setuju menganggap mereka membahayakan keamananan nasional (36,5 persen), 30,1 persen menilai sudah terpapar ideologi NIIS-ISIS, 14,1 persen karena status WNI-nya sudah hilang, 13,8 persen sudah terlibat aksi kekerasan NIIS-ISIS dan 5,5 persen karena menganggap mereka telah bersumpah setia pada ISIS.

Sementara responden yang khawatir jika mereka dipulangkan, bakal mempromosikan ideologi radikal pada generasi muda (28,7 persen), membahayakan keamanan nasional (25,7 persen), menghasut masyarakat agar saling membenci (16,6 persen) dan menghasut masyarakat memusuhi pemerintah dan NKRI (10,6 persen).

Selebihnya 8,3 responden khawatir mereka akan mengajak melawan pemerintah atau negara, bakal mengajarkan perlawanan politik dengan kekerasan (3,4 persen), sedangkan tiga persen responden mengaku tidak khawatir dan sisanya 3,7 persen menjawab tidak tau.