PBB: Kedinginan, Pengungsi Suriah Bakar Plastik untuk Hangatkan Badan

29 views
Ilustrasi Tenda pengungsi suriah hancur akibat hujan/ Anaddolu
- Advertisement -

NEW YORK – Kepala urusan kemanusiaan PBB menyerukan gencatan senjata secepatnya di barat laut Suriah untuk mencegah “kisah horor kemanusiaan terbesar abad ke-21” berlanjut.

Mark Lowcock mengatakan kekerasan  di wilayah itu telah mencapai babak baru yang mengerikan dan telah menyebabkan sekitar 900.000 orang kehilangan tempat sejak serangan rezim Suriah yang didukung oleh Rusia dan Iran dimulai pada awal Desember.

“Para pengungsi itu trauma dan dipaksa tidur di luar tempat tinggal dalam suhu beku karena kamp-kamp penuh,” kata Lowcock. “Seorang Ibu membakar plastik untuk menjaga anak-anak tetap hangat. Bayi dan anak kecil sekarat karena kedinginan.”

Kekerasan di daerah itu telah merusak fasilitas medis, sekolah, rumah, masjid dan pasar, kata Lowcock, tanpa menyebut nama pelaku. Dia memperingatkan bahwa kerusakan terjadi sedemikian rupa sehingga sekarang ada “risiko serius” wabah penyakit, dan infrastruktur penting sudah tak berfungsi.

“Sebuah operasi bantuan besar-besaran di seberang perbatasan dari Turki sedang berlangsung, tetapi para pekerja kemanusiaan kewalahan. Peralatan dan fasilitas yang digunakan oleh pekerja bantuan juga dirusak. Pekerja kemanusiaan sendiri dipindahkan dan dibunuh,” kata Lowcock, dikutip Anadolu.

Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah provinsi Idlib barat laut Suriah menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Namun sejak itu lebih dari 1.800 warga sipil telah tewas dalam serangan-serangan oleh rezim dan pasukan Rusia, mengkhianati gencatan senjata 2018 dan perjanjian yang baru yang dimulai pada 12 Januari.

Kekerasan oleh rezim Suriah telah mengirim ratusan ribu warga sipil Suriah melarikan diri ke perbatasan dengan Turki, yang kini jumlahnya lebih dari 3,7 juta pengungsi.

- Advertisement -