Ketahanan Keluarga

28 views
Dalam keluarga yang tinggal di rumah kumuh dengan kamar seadanya, bagaimana mengatur setiap anak satu kamar sendiri?
- Advertisement -

SEBUAH keluarga bisa bertahan lama sampai kaken-ninen (tua renta), harus banyak kompromi antara suami dan istri. Jika mau menang sendiri, bisa terjadi apa yang namanya penganten sepasar bubar (keluarga seumur jagung). Ini bisa disebut ketahanan keluarga yang begitu rapuh. Maka DPR dari Fraksi PKS, mengusulkan adanya UU Ketahanan Keluarga. Tapi karena draft RUU-nya terlalu mengatur-atur masalah privat setiap keluarga, gagasan para umi di PKS itu terpaksa gagal masuk Prolegnas (program legislasi nasional).

Maksud para umi di DPR itu sebetulnya baik, karena selama ini mereka melihat, banyak terjadi dekadensi moral akibat ketahanan keluarga yang rapuh. Ada paman “makan” ponakan, ada suami melahap adik ipar, mentang-mentang ipe (ipar) dianggapnya kepanjangan: iki ya penak (ini enak juga). Paling gila, adik dihamili kakak kandung sendiri. Ini benar-benar praktek perzinaan tingkat dewa. Memangnya ada dewa tukang zina? Ada banget, contohhnya Betara Surya. Dia tega menghamili Dewi Kunthi, sehingga melahirkan Adipati Karno tanpa ayah resmi.

Bila ketahanan keluarga sudah rapuh, bisa berubah jadi sekeluarga masuk tahanan! Kini sudah sering terjadi, bapak kandung, paman, kakak kandung, ditahan karena menghamili keluarga dekatnya yang menurut hukum agama jelas dilarang. Bahkan di luar urusan seks, belum lama ini di Banyumas sekeluarga ditahan polisi gara-gara membunuh keluarga dekatnya sekeluarga gara-gara warisan.

Bertolak dari itulah maka sejumlah politisi PKS yang kemudian juga didukung oleh Golkar dan PAN menyusun draft RUU Ketahanan Keluarga. Tapi ketika didaftarkan untuk legislasi, langsung ditolak oleh sejumlah fraksi. Sebab setelah disimak dan dicermati, RUU itu terlalu mencampuri dan mengatur ranah prifat setiap keluarga. Misalnya ada pasal yang mengatur, suami tugasnya mencari  nafkah dan istri mengurus rumah tangga. Lalu ada juga pasal yang mengatur kamar anak lelaki dan perempuan harus dipisahkan.

- Advertisement -