Musibah Turi, Cermin Lemahnya EWS

73 views
Petugas dibantu warga sedang mencari murid-murid SMP Negeri Turi, DIY Yogyakarta yang diterjang air deras dari bagian hulu saat kegiatan Pramuka, Jumat (21/2). Piha-pihak yang bertanggung jawab dan dianggap lalai perlu diberi sanksi agar kejadian serupa tak terulang. Enam murid meninggal dan empat masih belum ditemukan dari 249 murid yang mengikuti kegiatan itu.
- Advertisement -

KABAR duka kali ini menyelimuti warga Yogyakarta  dengan meninggalnya enam murid SMP I Turi dan belum ditemukannya empat lainnya sampai saat ini , terbawa arus saat mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Pramuka menyusuri  Kali Sempor, Jumat (21/2).

Kejadiannya, 249 murid kelas VII dan VIII yang megikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka itu yang awalnya berjalan biasa-biasa saja, tiba-tiba dikejutkan saat tiba-tiba arus air menerjang mereka dari bagian hulu.

Dari 249 peserta, belum termasuk guru-gurunya, 239 siswa dinyatakan selamat, hanya mengalami trauma atas tragedi tidak terduga yang dialami 10 orang rekan-rekan mereka.

Takdir di tangan Tuhan, namun jika sebelumnya ada peringatan dini atau Early Warning System – EWS), misalnya dari BMKG atau BPBD  secara berjenjang, ke instansi kabupaten Sleman, lalu ke  sekolah-sekolah melalui dinas pendidikan daerah sampai kelurahan yang diliwati aliran sungai tentu musibah bisa dicegah.

Nasi sudah menjadi bubur, enam korban ditemukan tewas yakni Sofie Aulia, Arisma Rahmawati, Nurazizah, Latifa Zulfa, Khairun Nisa dan Evita Putri dan empat siswi lainnya lagi masih dalam pencarian oleh 100-an anggota Tim BPPD dibantu aparat kepolisian dan warga dengan menyusuri kali

Gubernur DIY Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X yang menyambangi keluarga korban untuk menyampaikan dukacita di Kel. Donokerto menyayangkan kejadian karena dilakukan di tengah cuaca buruk di musim hujan.

Selain mencegah agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, sistem penyampaian EWS serta koordinasi antarinstansi penanganan bencana memang harus dibenahi, tidak cukup di atas kertas tapi harus harus disimulasikan berkali-kali dan dilakukan secara konsisten.

Yang tidak kalah pentingnya, pertanggungan jawab harus diminta pada pihak sekolah yang lalai, memberikan begitu saja izin kegiatan menyusuri kali dan juga aparat-aparat instansi lainnya yang tidak  menyampaikan EWS.

- Advertisement -