Akhirnya Corona Tiba Juga

99 views
Perhatikan, sudah pakai masker masih juga ikut antre beli masker hasil sitaan.
- Advertisement -

INDONESIA yang selama ini mengklaim bebas virus  Corona, akhirnya kena juga. Virus itu kali pertama tiba di Depok, sebanyak dua orang. Beberapa hari lagi tambah dua orang. Semoga tidak nambah lagi, karena pada akhirnya isyu virus Corona itu telah menjadi ajang mencari keuntungan, sekaligus juga untuk mendongkrak popularitas seorang tokoh. Padahal pemerintah telah sangat berhati-hati agar dampak virus tersebut tidak menimbulkan kerugian multidimensi di negeri ini.

Ketika sejumlah negara telah terpapar virus Corona atau Corvid-19, dengan ribuan orang meninggal, Indonesia masih bisa mengklaim aman. Makanya ketika  pemerintah Arab Saudi memoratorium jemaah umrah, Indonesia minta dispensasi dengan alasan negaranya aman dari virus mematikan itu. Tapi Arab Saudi tak peduli.

Apa lacur, beberapa hari setelah ribuah jemaah umroh gagal ke Mekah, virus yang kata ustadz Abdul Somad sebagai “tentara Allah”, akhirnya masuk Indonesia juga. Awalnya dua orang ibu dan anak, masing-masing MD (64) dan TN (31). Ketika mereka sudah dikarantina di RSP Sulianti Sarosa Jakarta Utara, mendadak dilaporkan dua orang lagi terkena virus yang sama. Lengkap sudah 4 orang telah menjadi korban ganasnya Corcid-19, yang bisa mengundang hadirnya Izroil manakala pertahanan tubuh pasien lemah.

Tapi di balik musibah itu sering menjadi berkah, maksudnya; merugikan bagi kebanyakan orang, tapi juga menguntungkan buat sekelompok orang. Misalkan Gubernur DKI Anies Baswedan. Pemerintah belum mengumumkan, beliaunya telah menyatakan bahwa ada 32 orang yang dalam pengawasan Corona, sementara 115 lainnya dalam pantauan. Sedikit kata-kata itu, tapi menyentak didengar, karena menghebohkan bagi warga Ibukota.

Tapi ada “hikmah”-nya juga, ketika gubernur rasa presiden itu sudah mendahuluinya, barulah Presiden Jokowi buka kartu tentang masuknya Corvid-19 ke Indonesia. Siapa mereka Presiden hanya bilang di wilayah RI, itu karena saking hati-hatinya. Barulah Menkes Agus Terawan menyebut nama NT dan MD, dan bla bla bla….lainnya.

- Advertisement -