CUPU MUSTIKANING WARIH (2)

45 views
Betara Penyarikan bertempur lawan Prabu Condroadi.
- Advertisement -

PADAHAL Yamadipati merupakan dewa super sibuk di kahyangan, sehingga tak pernah sempat merayu istrinya. Maklum, sebagai dewa pencabut nyawa tiap jam dan menit harus mbanjut (cabut) nyawa wayang-wayang  ngercapada yang sudah tiba pada ajalnya. Bahkan semenjak wabah virus Corona mendunia, Yamadipati tak pernah sempat pulang karena mencabut nyawa penderita hampir setiap menit di berbagai nagara.

“Antum tak mau melayaniku, itu dosa besar tahu! Apa pengin kucabut nyawamu sekalian, ndhuk?” Bethara Yamadipati mengancam istrinya.

“Ayohhhh cabutlah! Kau pikir bidadari terkena kematian, ngawur saja sampeyan ini.” jawab Dewi Mumpuni ketus.

“Oh  iya ya, kok lupa gue…..” Yamadipati tersipu-sipu malu.

Belum juga Prabu Kresna diterima SBG (Sanghyang Betara Guru), di alun-alun Repat Kepanasan terlihat dua orang dewa terlibat perkelahian, Yang satu krembat-krembut pakai jubah dan jenggotan, satunya lagi tampak lebih muda, pakai jins sobek di dengkul. Ternyata mereka adalah Bethara Yamadipati melawan Bethara Nagatatmala. Dewa angkatan muda tersebut baru saja ketahuan sedang kempoy dengan Dewi Mumpuni istri Yamadipati. Siapa wayangnya takkan marah, bini kok dikeloni wayang lain? Jika di Madura sana, pastilah Nagatatmala dedel duwel jadi korban caruk.

“Stop, stop, sesama dewa kok berkelahi, bikin malu saja!” tegur Bethara Kresna sambil melerai yang tengah berkelahi.

“Jangan dilerai kaki Bethara Kresna, biar saya lumat habis Nagatatmala.” Betara Yamadipati masih emosi.

“Ayo! Memangnya gua dodol Garut? Berkelahi sampai kapanpun saya ladeni.” Nagatatmala tak kalah emosi.

Prabu Kresna tertawa, berkelahi sampai kapapun bagaimana, wong halamannya juga tinggal sedikit. Akhirnya keduanya diajak menghadap ke Bale Marcakundha, minta keadilan pada Bethara Guru. Opsi kahyangan bagaimana, sebaiknya Dewi Mumpuni untuk Bethara Nagatatmala, ataukah tetap jadi bini Bethara Yamadipati. Jika diberikan kepada Nagatatmala, berarti melanggar hukum. Tapi jika tetap dialokasikan untuk Bethara Yamadipati juga melanggar HAW (Hak Asasi Wayang).

- Advertisement -