Keris Pangeran Diponegoro

28 views
Keris Kyai Naga Siluman yang diyakini milik Pangeran Diponegoro dikembalikan kepada pemerintah Indonesia.
- Advertisement -

BAGI kalangan anak muda milenial, soal keris sudah tidak menarik lagi. Mereka lebih tahu K(e)risdayanti artis yang kini anggota DPR itu. Begitu juga penyanyi Kerispatih, jangan ditanyakan padanya soal perkerisan, pastilah tidak tahu. Sebab bagi anak muda jaman now, keris adalah budaya masa lalu yang hanya dipuja-puja oleh sisa generasi tempo dulu. Maka jika ada orang bertanya, tahukah Anda keris Kyai Naga Siluman milik Pangeran Diponegoro, pastilah dia menjawab, “Kami lebih akrab dengan keris Nagasasra-Sabuk Inten karya SH Mintardjo.

Raja Belanda Willem Alexandre dan Ratu Maxima 10 Maret lalu berkunjung ke Indonesia. Di Istana Bogor kepada Presiden Jokowi sempat memberi oleh-oleh berupa pengembalian keris Kyai Naga Siluman yang diyakini peninggalan Pengeran Diponegoro 190 taun lalu (1830-2020). Keris tersebut dirampas Belanda hampir 2 abad lalu, saat penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830 di Magelang. Tentu saja itu peninggalan sangat berharga, karena warisan Pahlawan Nasional Pengeran Diponegoro.

Tapi benarkah itu keris milik Pangeran Diponegoro yang asli? Bangsa Indonesia yang hidup di abad 19 dan 20 hanya mengenal foto legendaris gambar Pangeran Diponegoro pakai sorban dan menyandang keris. Ada gambar lain dalam posisi naik kuda, sebagaimana yang dipatungkan di kompleks Monas, depan Istana Negara. Dalam gambar-bambar itu, keris yang disandang Pangeran Diponegoro selalu berbentuk gayaman, sedangkan yang diserahkan ke Presiden Jokowi berbentuk ladrang.

Rakyat kebanyakan tidak tahu, apa nama keris tersebut. Generasi muda angkatan 1970-an lebih akrab dengan keris Nogososro – Sabuk Inten, buku silat Jawa karya SH Mintardjo yang terdiri dari 29 jilid itu. Cerita itu sangat melegenda, meskipun hanya cerita fiktif belaka.

- Advertisement -