Jakarta Tanpa Salat Jumat

4.241 views
Salat berjamaah di Masjid Istiqlal dalam kondisi normal. Tapi gara-gara virus Corona, Jumat kemarin salat Jumat pun ditiadakan.
- Advertisement -

SEPANJANG sejarah berdirinya mesjid Istiqlal, baru Jumat 20 Maret kemarin mesjid terbesar se Asia Tenggara itu tidak menggelar salat Jumat. Ini semua gara-gara virus Corona yang mendunia dan makan banyak korban. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memfatwakan bahwa daerah yang rawan Covid-19 boleh tidak menggelar salat Jumat. Seiring dengan fatwa MUI tersebut, Pemprov DKI meminta seluruh mesjid di Jakarta juga tidak menggelar salat Jumat sampai 2 minggu ke depan. Semoga badai Covid-19 segera berakhir, sebab umat Islam (lelaki dewasa) tiga kali berturut-turut tidak salat Jumat hukumnya dosa besar.

Pasien Corona memang terus berjatuhan, hingga hari kemarin sudah 369 terpapar dan 32 meninggal. Virus Corona penyebarannya bisa melalui berkumpulnya orang banyak. Bisa di pasar, mal, stasiun KA, bis dan bandara. Termasuk dalam angkutan umum yang over kapasitas. Maka Gubernur Anies Baswedan sempat membuat blunder, demi mencegah Corona justru  armada busway dikurangi. Keruan saja penumpang jadi menumpuk dan kemungkinan virus Covid-19 meluas semakin lebar terbuka.

Mesjid termasuk tempat yang padat umat, khususnya pada kegiatan salat Jumat sebagaimana di mesjid Istiqlal dan Al Azhar di Jakarta. Untuk mengantisipasi Corona, kini banyak mesjid yang disemprot desinvektan, banyak juga disediakan hand sanitizer untuk jemaah. Jumat kemarin mesjid Istiqlal meniadakan salat Jumat, sedangan mesjid Al Azhar Kebayoran Baru jalan terus. Memang di lapangan masih banyak mesjid yang menyelenggarakan salat Jumat.

Lebih hati-hati lagi, sejumlah mesjid juga mengatur jarak antar jemaah, mengurangi shaf-nya secara berselang-seling ketika salat berjamaah sebagaimana mesjid Salman, ITB Bandung. Ada juga yang dibuat jarak yang cukup lebar dari kanan kiri dan depan belakang. Ganjil memang, tapi itu semua adalah usaha demi keamanan dan kesehatan bersama. Coba lihat di HP Anda, pasti sering masuk SMS dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang isinya berupa peringatan agar menjauhi kerumunan orang dan hendaknya menjaga jarak dengan orang perorang minimal 1 meter.

- Advertisement -