Lelucon Kalian, Air Mata Keluarga Kami

3.260 views
Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MHS, Ahli Epidemiologi FKM UI . Foto: FKM UI
- Advertisement -

JAKARTA Hari ini, makna #dirumahaja yang sebagian kalian abaikan dan menjadi bahan lelucon menjadi air mata bagi keluarga kami.

Demikian kalimat pembuka dari instastory putri almarhum Prof Dr dr Bambang Sutrisna MHSc, ahli epidemiologi FKM Universitas Indonesia. Putri almarhum Prof Bambang yang memiliki akun NonzNonz dengan nama Leonita Triwachyuni A S, MD ini, menyampaikan kisah ayahnya yang terpapar virus COVID-19 dari pasien yang dia tolong di tempat praktiknya.

“Ya, ayah saya memang bandel ia dilarang praktik, tapi ia jawab kasihan orang sudah datang jauh-jauh,” jelasnya melalui akun NonzNonz.

Ternyata orang yang dikasihani itu adalah pasien suspect corona yang pulang paksa dari sebuah rumah sakit di kawasan Bintaro, wilayah Selatan Jakarta. Dengan Foto Rontgen yang melihatkan paru-paru semuanya memutih.

Setelah mengobati pasien tersebut, dr Bambang demam dan sesak. Dibawa ke rumah sakit tidak membaik. Saturasi terus menurun, RJP, inturbasi dan akhirnya meninggal dunia.

“Fyi, Ayah saya, orangnya tidak pernah mengeluh. Patah kaki masih aja jalan, batuk-batuk masih aja ngajar dari rumah. Jadi ketika ia mengeluh sesak, berarti ia tidak main-main, ” tulis anaknya.

Lewat tulisannya tersebut, ia meminta tolong agar yang masih punya pilihan, please jangan bandel. Kalau sudah dianjurkan #DirumahAja tetaplah di rumah. Yang di rumah sakit jangan bandel pula untuk minta pulang paksa. Karena, bandel dengan tetap keluar rumah akan membahayakan orang lain dan membawa duka buat keluarga yang lain.

Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna., MHSc., wafat di RS Persahabatan Senin (23/3/2020) pagi pukul 08.30 WIB. Telah dikonfirmasi pihak RS Persahabatan, beliau positif terpapar COVID-19.

Terakhir almarhum memberikan kuliah jarak jauh dengan mahasiswa pada hari Sabtu (21/3/2020). Selama perkuliahan almarhum tidak berhenti batuknya.

Putri Prof Bambang menceritakan, sedihnya yang dialami pasien suspect COVID-19. “Sesak-sesak sendiri, berada di ruang isolasi sendiri, tidak ada perawat yang jaga, akhirnya menelepon keluarga. Karena keluarga tidak bisa masuk, akhirnya memberi tahu ke pihak rumah sakit keluhan almarhum Prof Bambang.

“Jadi kalian yang masih punya hidup yang kalian hargai, punya keluarga yang masih kalian kasih yang masih hidup, please jangan menambah penyebaran virus,” harap anaknya.

Sampai tulisan ini dibuat, belum diketahui kapan Prof Bambang akan dimakamkan. Selamat Jalan Prof, pengabdianmu akan dikenang abadi.

*) Tulisan ini juga dimuat di Znews.id

- Advertisement -