Jangan Sampai, Pemudik Bawa “Oleh-oleh” Covid-19

52 views
Lebaran 2019 saja tercatat 18,6 juta orang pemudik, termasuk dua jutaan dengan sepeda motor. Jika seruan untuk tidak mudik pada musim lebaran nanti tidak digubris, dicemaskan sentra-sentra outbreak penyebaran Covid-19 akan meluas ke daerah-daerah.

ANCAMAN outbreak atau lonjakan wabah virus corona galur baru (Covid-19) bakal bergeser ke berbagai daerah jika seruan agar perantau membatalkan mudik ke kampung halamannya tidak efektif ditegakkan dan program rapid test yang mulai digencarkan gagal.

Mulai kini saja, kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Panowo (26/3), ia memantau puluhan bus mengangkut para pemudik tiba di terminal kota Blora setiap harinya. Gerakan arus mudik juga dilaporkan tampak di sejumlah terminal di DIY Yogyakarta, di kota-kota di Jawa Tengah dan di Jawa Timur.

Absennya regulasi yang mengatur larangan mudik untuk membendung arus penyebaran Covid-19 bisa memicu lonjakan virus yang menjadi pandemi dan telah mewabah di 198 negara itu ke berbagai wilayah di Indonesia.

Persoalan ekonomi yang membelit para perantau di kota-kota besar terutama yang bekerja di sektor informal karena berkurangnya penghasilan atau kehilangan pekerjaan  di tengah kelesuan ekonomi akibat dampak wabah Covid-19 juga harus dicari solusinya.

Mereka ini lah orang-orang yang harus berjibaku setiap hari mencari sesuap nasi untuk diri dan keluarga mereka. “Pilih mati kelaparan atau terancam paparan Covid-19, ” agaknya cuma itu pilihannya karena mereka sama sekali tidak memiliki ketahanan pangan.

Bayangkan saja! Seorang buruh harian,  pengemudi ojol atau pekerja serabutan yang tak mampu memenuhi  kebutuhan harian akibat tutup atau lesunya kegiatan usaha  di kota-kota besar di perantauan, tentu sebagian bakal memilih mudik.

Pembatasan waktu buka warung, toko atau pasar swalayan, tutupnya sebagian kantor atau pemekerjaan karyawan dan siswa belajar di rumah di tengah merebaknya ancaman wabah Covid-19 mengakibatkan kegiatan usaha masyarakat juga terpuruk, sebagian mati suri, bahkan ada yang mati.