DURNA GUGUP

156 views
Dengar kabar Aswatara tewas, Begawan Durna semakin gugup, dan Drestajumena segera gunakan keris Kyai Jalak Kapiran.

SKENARIO Perang Baratayuda Jayabinangun (PBJ) semua tertulis jelas di Kitab Jitapsara. Sayangnya isinya dirahasiakan untuk makhluk ngercapada dan kahyangan. Wayang ngercapada yang tahu isinya hanya Prabu Bethara Kresna, sementara kahyangan hanya Bethara Penyarikan, ditambah duet Bethara Guru dan Patih Narada. Keempat tokoh wayang ini dilarang lambe nggambleh, bocorkan Kitab Jitapsara dan isinya diunggah ke medsos.

Kenapa dokumen kahyangan itu sifatnya sangat rahasia? Sebab bila sampai diketahui umum, bisa bikin gempar. Para senapati yang masuk daftar PBJ, bisa saja mengundurkan diri jika dalam skenario tersebut dimatikan. Ini bisa dimaklumi, karena siapa saja tak mau mati dalam perang. Apa lagi bagi wayang yang anaknya masih kecil-kecil dan kreditan mobilnya di leasing belum impas.

“Paman Pendita Durna, berdasarkan surat Ketua Panita PBJ kangmas Prabu Kresna, senapati Ngastina ditunjuk panjenengan pribadi. Apakah siap?” ujar Prabu Duryudana sambil menyerahkan surat dari Prabu Kresna ke Pendita Durna.

“Namanya tugas negara, saya harus selalu siap. Semoga saja menang, anak Prabu.” Jawab Pendita Durna tegas.

Pasewakan di Istana Gajahoya memang terasa mencekam. Sebab baru saja Adipati Karno gugur. Minggu kemarin masih ketemu dalam sidang istana, ternyata sekarang sudah nggak ada, dan fotonya masuk dalam buku Yasin. Surtikanthi mendadak jadi janda. Pendita Durna sebetulnya ingin mengambil alih, tapi situasinya sungguh tidaklah etis. Masak dalam iklim PBJ yang penuh semangat perjuangan, kok masih mikir selangkangan?

Senopati perang itu umumnya berusia muda, antara 30-45 tahun. Tapi dalam PBJ, aturan itu tak berlaku lagi karena sudah di-omnibus law. Karenanya Resi Bisma dan Resi Seta yang sudah berusia 75 tahunan pun masih bisa tampil. Maka Pandita Durna yang sudah berusia sekitar 70 tahuan, masih lumayan ideal. Kenapa usia Durna tidak pasti dan hanya disebut sekitar? Karena setiap ditanya orang kapan tanggal kelahirannya, hanya dijawab olehnya, “Pas gunung Kelud njeblug.”